Jumat, 16 Agustus 2019

Program Peduli Jantung Borneo (PJB)

www.bambofoundation.org - Sebagai salah satu provinsi yang mendapat julukan paru-paru dunia, Kalimantan Tengah tidaklah luput dari laju deforestasi hutan yang seakan terus meroket tak terkendali. Kegiatan eksploitasi dan beragam aktivitas manusia adalah faktor kunci penyebab hilangnya hutan yang begitu cepat dalam beberapa dekade terakhir. Aktivitas yang dimaksud tidak hanya semata karena tuntutan kebutuhan akan sandang, pangan dan papan manusia itu sendiri tetapi juga karena faktor kelalaian seperti kebakaran lahan, kesalahan pengelolaan, dan kurangnya edukasi terhadap masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan. 


Hutan katingan
Hutan Hujan di Kalimantan
Mengutip laman situs web Dishut Kalteng (www.dishut.kalteng.go.id), data yang dikeluarkan oleh Badan Planologi (BAPLAN) Departemen Kehutanan tahun 2000 menyebutkan total luasan areal kerja HPH dan eks. HPH di Kalimantan Tengah pada Hutan Produksi (HP dan HPT) seluruhnya mencakup luasan 7.587.411 Ha. Berdasarkan data ini ternyata luasan lahan kritis lebih besar jika dibandingkan dengan luas hutan primer. Adapun Luasan Hutan Primer (Virgin Forest) hanya tersisa sekitar 1.828.972 Ha, sedangkan kawasan hutan bekas tebangan atau Logged Over Area (LOA) dan lahan kritis termasuk konversi untuk kepentingan non kehutanan totalnya mencapai 5.758.439 Ha. 

Anggrek Kalteng Cantik
Dendrobium Hosei, Salah Satu Anggrek Spesies Eksotis dari Katingan, Kalteng 
Hutan adalah habitat bagi beragam  satwa dan flora. Rusaknya hutan tidak hanya akan mengancam nasib ratusan atau bahkan ribuan spesies flora dan fauna yang ada di sana tetapi juga bencana bagi masyarakat tidak hanya yang tinggal disekitarnya tetapi juga diseluruh dunia. Hutan dan beragam tumbuhan yang ada di dalamnya turut andil menjadi penyumbang oksigen salah satu elemen terpenting dan sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup dalam bernafas. Dengan sedemikian penting dan vitalnya fungsi hutan yang di analogikan layaknya peranan jantung pada manusia, maka sudah sepantasnya kita menaruh perhatian lebih terhadap hutan khususnya yang ada di Pulau Kalimantan. 

Sejalan dengan salah satu maksud dan tujuan pendirian Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation)  yang tertuang dalam pasal 3 ayat 2 poin c yakni melestarikan lingkungan hidup,  serta sebagai bentuk bakti terhadap negeri maka mulai tahun ini Bambo Foundation akan meluncurkan satu program lagi yaitu Peduli Jantung Borneo (PJB). 

Peduli Jantung Borneo (PJB) adalah program yang akan mengusung tema-tema konservasi dan pelestarian alam khususunya di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Adapun dua sub program yang akan menjadi pilot project PJB adalah Konservasi Anggrek Spesies serta Pohon dan Buah Langka yang ada di Kalimantan. Dua project ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih terutama meminimalisir dampak kerusakan hutan terutama bagi anggrek spesies dan pohon buah langka yang ada di tanah Borneo. 

Bagi sahabat yang tertarik ikut dalam upaya konservasi/ pelestarian tanaman buah Kalimantan bisa bergabung bersama kami. Caranya mudah yakni cukup dengan donasi Rp 50 ribu, kamu bisa menjadi pengasuh (adopter) pohon buah yang dikehendaki. Cara menjadi adopter dan jenis-jenis pohon buah yang bisa kamu adopsi bisa dilihat klik link halaman ini Adopsi Pohon Buah Kalimantan.

Mari Bersama Jaga Jantung Borneo Kita!

Share:

Follow by Email

Facebook

Comments