Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation) | NGO Bidang Pendidikan, Sosial dan Lingkungan | Desa Tumbang Baraoi, Petak Malai, Katingan Kalimantan Tengah - Indonesia 74459

Senin, 29 Agustus 2022

Peserta Kemah Bakti 2022, Tanam Pohon di Taman Suluh Pambelum

www.bambofoundation.org - Kemah Bakti Literasi se Kecamatan Petak Malai tahun 2022 yang di gelar di area Camping Ground Taman Suluh Pambelum akhirnya sukses terselenggara. Acara tahunan Program Yayasan Bambo bidang Pendidikan ini dihelat selama tiga hari yakni Senin-Rabu (22-24 Agustus 2022) lalu dengan di ikuti empat tim perwakilan dari delapan perwakilan yang seharusnya hadir. 

Bibit Baccaurea macrocarpa

Selain berbagai agenda kegiatan perkemahan yang diadakan untuk mengasah kemampuan literasi, perkemahan ini juga mengusung kegiatan bakti sosial salah satunya yaitu tanam pohon. Pada kesempatan kali ini peserta perekemahan secara simbolis melakukan penanaman empat jenis tanaman di Taman Suluh Pambelum.

Bibit Buah Lokal Kalteng

Adapun jenis-jenis pohon yang ditanam adalah Durian merah (Durio dulcis), Kapul (Baccaurea macrocarpa), Mangga (Mangifera indica), dan Jambu biji (Psidium guajava). Beberapa diantara bibit ini merupakan hasil semai biji dan beberapa diantaranya hasil cangkok. 

Kegiatan menanam pohon sangat penting diperkenalkan dan dibiasakan dikalangan anak-anak sebagai generasi penerus. Karena saat ini negara kita boleh jadi tidak kekurangan orang pintar, namun semakin minim orang-orang yang sungguh-sungguh peduli terutama terhadal lingkungan. Sebagaimana pepatah lama "Tak kenal maka tak sayang", maka dengan memperkenalkan dunia kecintaan terhadap lingkungan salah satunya dengan menanam pohon diharapkan generasi-generasi masa depan ini akan memiliki kecintaan dan kepedulian terhadap alam. 

Tak dapat disangkal, fakta telah berbicara bahwa bumi kondisi bumi saat ini tidak sedang baik-baik saja. Pencemaran dan perubahan iklim akibat efek rumah kaca semakin mengkhawatirkan. Oleh karena itu, selain dengan upaya menekan gas emisi maka cara lain adalah dengan memperbanyak penyerap alami polutan itu sendiri yang tidak lain salah satunya adalah pohon-pohon dan tanaman hijau. Dengan demikian meski tidak dapat menghentikan sepenuhnya, setidaknya kita telah andil untuk mengurangi bahaya yang disebabkan oleh pemanasan global.


Share:

Sabtu, 25 Juni 2022

Manfaat dan Kandungan Artocarpus dadah

www.bambofoundation.org - Artocarpus merupakan marga (genus) tumbuhan yang setidaknya mencakup setidaknya 50 jenis (spesies). Walaupun tidak semuanya populer, pohon-pohon yang sebagian besar penghasil buah ini juga telah cukup dikenal di masyarakat. Jenis-jenis yang sudah umum terutama karena dimanfaatkan buahnya  antara lain Nangka (Artocarpus heterophyllus), Cempedak (Artocarpus integer), Sukun (Artocarpus altilis) dan Keledang (Artocarpus lanceifolius). 


Manfaat artocarpus dadah

Selain terkenal karena pada umumnya menghasilkan buah-buah yang edibel dengan rasa yang enak beberapa jenis tumbuhan dari Genus Artocarpus juga dikenal sebagai penghasil kayu yang berkualitas baik. Kayu-kayu ini banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti bahan bangunan dan perabot rumah tangga. 

Artocarpus dadah Miq. adalah salah satu dari marga Artocarpus yang memiliki beberapa kelebihan tidak hanya buahnya dapat dimakan dan kayunya berkualitas baik tetapi juga memiliki kandungan yang berpotensi sebagai promotor antitumor, antibakteri, antifungal, antiimflamatori, dan antikanker. 

Tanaman Artocarpus liar

Kendati buahnya berukuran kecil dan tidak dapat dibandingkan seperti halnya Sukun ataupun Nangka, akan tetapi tumbuhan ini merupakan sumber utama senyawa turunan fenolik yaitu senyawa flavon di atau tri-oksigenasi dan terisoprenilasi pada posisi C-3, dan juga dikenal sebagai sumber utama senyawa fenolik turunan flavonoid, aril-benzofuran, stilbenoid dan santon turunan flavonoida, yang memiliki aktivitas biologi sebagai promotor antitumor, antibakteri, antifungal, antiimflamatori, dan antikanker sbeagaimana dikutip dari Neliti.com maka potensi tanaman ini tentu tidak boleh diabaikan. 

Jenis  Artocarpus

Sebagaimana kebanyakan Artocarpus lainnya, Artocarpus dadah juga merupakan tanaman pohon lebat yang dapat tumbuh setinggi hingga 35 m, dengan ranting-ranting yang tertutup rapat dengan rambut pendek, kekuningan hingga coklat kemerahan. Buahnya berkulit halus, agak bulat atau lonjong, sewaktu muda berwarna hijau pucat dan berubah kekuningan ketika matang,  lebar buah 2,5-8,9 cm.  Daging buah berwarna merah muda  dengan bagian tengah berwarna lebih pucat dan bergetah.

Persebaran Artocarpus dadah meliputi Myanmar, Thailand, Sumatra, Semenanjung Malaysia, Singapura, dan Kalimantan.



Share:

Selasa, 14 Juni 2022

Persiapan Area Apotik Hidup Taman Biodiversitas Suluh Pambelum

www.bambofoundation.org - Tidak disangkal kawasan yang saat ini terus dirintis agar dapat memenuhi unsur-unsur sehingga layak membuatnya disebut kawasan Taman Biodiversitas memang masih jauh dari luasan minimum yang dibutuhkan. Dengan areal yang relatif sempit ini tentu saja membuat perencanaannya menjadi tidak mudah. Di satu sisi sesuai namanya taman biodiversitas menuntut keberagaman, padahal faktanya semakin tinggi keberagaman yang diinginkan maka semakin besar pula Space  yang harus disediakan. 

Apotik Hidup Taman Suluh Pambelum

Upaya mengumpulkan spesimen hidup untuk melengkapi keberagaman khususnya tanaman yang memiliki potensi besar dan tingkat ancaman yang tinggi di habitatnya juga tidak bisa dikatakan  mudah, namun jika dibandingkan upaya perluasan areal yang jelas berhubungan langsung dengan pendanaan tanpa adanya bantuan pihak ketiga benar-benar seperti "pungguk merindukan bulan". 
Apotik Hidup di Katingan

Kendati demikian tentu saja Yayasan Baraoi Mutiara Borneo tidak berpangku tangan. Ibarat pepatah "Proses tidak akan mengkhianati hasil", yayasan bersama relawan tetap senantiasa bekerja dan memberikan buah pikiran sebaik mungkin untuk mendukung upaya konservasi yang tujuannya tidak lain adalah untuk kemaslahatan umat manusia itu sendiri.

Beberapa waktu lalu, yayasan bersama relawan mengadakan giat bakti membersihkan lahan di sekitar area penanaman pohon buah lokal. Area yang tidak seberapa luas ini merupakan tanah kosong yang hanya ditumbuhi semak belukar. Ke depan rencannya lahan yang sedikit ini akan diperuntukan untuk menanam berbagai tumbuhan berkhasiat obat baik yang sudah cukup umum maupun tanaman yang berasal dari daerah sekitar.  

Sebagaimana diketahui Kecamatan Petak Malai lokasi Taman Biodiversitas Suluh Pambelum berada merupakan daerah yang mana sebagian penduduknya masih menggunakan bahan-bahan obat tradisional di antaranya yang sudah dikenal antara lain Pasak Bumi, Saluang Belum dan Ginseng. 

Ironisnya, tanaman berkhasiat obat yang dulu dapat dengan mudah mereka jumpai hanya dengan berjalan kaki beberapa langkah di belakang rumah kini sudah semakin sulit ditemui. Setidaknya mereka harus pergi ke hutan di sekitar desa atau ke desa tetangga untuk mendapatkannya. Tak heran, karena semakin sulitnya menemukan tanaman yang dimaksud ditambah lagi dengan semakin berkembangnya obat-obatan pabrikan hanya para tetua yang mengenal dan masih memanfaatkannya. Sedangkan bagi generasi muda, yang mengenalnya saja sudah dapat dihitung dengan jari lebih-lebih menggunakannnya. 

Oleh karena itu diharapkan dengan adanya area Apotik Hidup ini nantinya selain dapat berfungsi sebagai upaya konservasi juga dapat menjadi sarana edukasi untuk memperkenalkan kembali tanaman obat-obat tradisional khususnya kalangan remaja. Dengan demikian di masa mendatang tidak mustahil jika penggunaan tanaman obat tradisional yang diyakini jauh lebih ramah bagi tubuh ini akan kembali meningkat. 

Share:

Selasa, 19 Oktober 2021

Cantik dan "Showy" Ala Bulbophyllum odoratum

www.bambofoundation.org - Indonesia memiliki ragam jenis anggrek spesies yang diperkirakan lebih dari 4000 jenis memiliki keunikan dan daya tarik berbeda satu sama lain. Spesies ini tersebar di berbagai pulau mulai dari daerah paling timur hingga paling barat. Tidak hanya di dataran tinggi tetapi juga menghuni hingga hutan-hutan di pesisir pantai. Kekayaan alam yang merupakan "Mutiara" berharga ini adalah aset bangsa yang harus kita jaga dan lestarikan agar dapat digunakan dan dimanfaatkan dengan bijak untuk kemaslahatan umat manusia khususnya masyarakat Indonesia. 

Bublophyllum odoratum

Kecamatan Petak Malai sebagai salah satu daerah yang masih memiliki hutan primer dan sekunder yang berada di Jantung Pulau Kalimantan juga tak kalah penting menyimpan keragaman spesies anggrek alam, salah satunya adalah anggrek dari Genus Bulbophyllum yaitu Bublophyllum odoratum

Anggrek Bublophyllum odoratum merupakan tipe anggrek epifit atau biasa hidup menumpang pada tumbuhan inang namun tidak bersifat merugikan tumbuhan yang ditumpanginya. Berdasarkan lokasi penemuan Di Desa Tumbang Baraoi, anggrek ini ditemukan menempel pada pohon durian. Agaknya menyukai tempat yang sedikit terbuka namun dengan intensitas cahaya matahari yang tidak penuh atau masih berada dalam naungan. 

Perawakan Bublophyllum odoratum  cenderung pendek dan tumbuh horizontal atau "merambat" dengan daun berbentuk bulat memanjang dan agak berlilin. Bunga berbentuk kecil-kecil dan berada pada tangkai yang panjangnya dapat mencapai 30 cm atau lebih. Bunga majemuk pada bagian ujung tampak berwarna kuning atau jingga dan berangsur-angsur berwarna lebih putih mendekati pangkal tangkai. Bunga yang beraroma cukup harum mekar sekitar bulan mei dan mampu bertahan hingga kurang lebih seminggu. 


Share:

Sabtu, 11 September 2021

Anggrek Ikonik Dendrobium hallieri Endemik Kalimantan

www.bambofoundation.org - Menghilangnya hutan karena faktor apapun adalah sebuah bencana yang sangat disesalkan. Tidak hanya akan kehilangan pertahanan utama bagi ancaman pemanasan global yang kian masif tetapi  juga sumber daya alam baik berupa flora maupun fauna yang tak ternilai harganya bagi umat manusia. 

Dendrobium hallieri

Anggrek epifit adalah salah satu harta karun umat manusia yang akan merasakan dampak langsung dari musnahnya pepohonan di hutan. Kelompok jenis ini adalah yang terbanyak dari jenis anggrek yang lain yakni anggrek tanah, dan anggrek batu. Walaupun beberapa jenis anggrek epifit juga adaptif dan mampu bertahan di tanah namun perubahan kondisi habitat yang ekstrim dan tiba-tiba seringkali menyebabkan rumpun-rumpun anggrek "terbakar" sebelum sempat menyesuaikan diri. 

Dendrobium hallieri

Ada banyak sekali jenis anggrek epifit yang ada di Indonesia, di Hutan Kalimantan (Borneo) diperkirakan jumlahnya tidak kurang dari 3000 spesies dari beragam genus yang tersebar mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi dan pegunungan. Sebagian dari jenis ini cukup umum yakni dapat dijumpai hampir diseluruh pulau besar di Indonesia hingga negara lain. Namun beberapa di antaranya hidup endemik atau hanya di temukan di daerah tertentu misalnya anggrek ikonik  Dendrobium hallieri

Anggrek spesies Paling mahal

Dendrobium hallieri adalah satu dari jenis tanaman berbunga dari suku Orchidaceae. Tanaman ini tumbuh secara alami dengan menempel di kulit-kulit pohon yang berfungsi sebagai substrat. Selain cantik, anggrek langka dengan  bunga relatif besar berwarna kuning ini hanya dijumpai di pulau Kalimantan atau bersifat endemik. 

Tim observasi Bambo Foundation menemukan spesies ini saat menjelajah hutan dengan ketinggian sekitar 150-200 mdpl. Meski tetap tumbuh di daerah ternaung agaknya jenis anggrek ini lebih menyukai daerah yang sedikit lebih hangat dengan kelembaban sedang. Hal ini mengingat area habitat tanaman ini lebih banyak didominasi pepohonan dengan diameter batang kurang dari 20 cm. 

Selain bunga berwarna kekuningan dan terdapat semacam rambut berwarna oranye pada bagian lidah, anggrek ini juga memiliki ciri khas batang yang banyak ditutupi oleh semacam rambut (trikoma) berwarna hitam. Trikoma ini cenderung padat pada batang yang relatif muda namun agak berkurang ketika batang sudah menua.

Bunga anggrek Dendrobium hallieri yang sewaktu kuncup berwarna hijau  ketika  mekar dapat bertahan beberapa hari namun umumnya kurang dari seminggu. Berdasarkan pengamatan sampel koleksi yang ada di Taman Suluh Pambelum, setiap berbunga jenis ini hanya memunculkan 2-4 kuntum bunga. 

Mari jaga hutan kita, jika memang harus cukup ambil apa yang kita butuhkan dari alam. Setiap hari, luas hutan terus berkurang puluhan bahkan ratusan hektar, kita sadari atau tidak kita semakin berada di ujung krisis pepohonan. Ayo mulai sekarang kita giatkan 1 hari tanam 1 pohon, di pekarangan, di lahan-lahan tidur, di mana saja tempat yang layak dan bisa kita tanam. Semoga gerakan ini dapat memperbaiki atau setidaknya mengurangi ancaman dan dampak dari semakin menipisnya hutan kita.

Share:

Senin, 09 Agustus 2021

Berburu Durian Merah Langka Di Pedalaman Kalimantan

www.bambofoundation.org - Sudah hampir tiga tahun terakhir kami tidak melakukan perburuan bibit buah langka di Kecamatan Petak Malai, Katingan Kalimantan Tengah. Hal ini lantaran musim panen buah raya di daerah ini harus tertunda karena kondisi cuaca yang tidak menguntungkan. Padahal biasanya aneka buah mulai dari yang umum seperti jenis rambutan, manggis dan mangga-manggaan hingga yang terbilang langka seperti Kapul, Pangi, Tangkuhis dan Umbing selalu melimpah hampir setiap tahun. 

Durian Merah Langka Kalimantan

Tahun ini meski belum dapat digolongkan kedalam musim panen buah raya namun buah-buahan yang tersedia masih cukup untuk memenuhi kebutuhan lokal. Tentu saja kesempatan emas ini tidak dilewatkan apalagi saat ini  awal Agustus 2021  buah-buahan dari Genus Durio juga sudah mulai matang dan berjatuhan.

Ada beberapa jenis Durio yang menjadi incaran kami, yakni jenis Durian Merah/ Lahung (Durio dulcis), Durian krakup (Durio oxleyanus) dan Durian Gundul yang pernah menghebokan dunia pada tahun 2007 lalu . Untuk varietas terakhir ini masih menjadi misteri mengapa bisa ada pohon yang jika di taksir usianya diperkirakan mungkin sudah di tanam sebelum tahun di mana Durian Gundul ditemukan pertama kali di kaki Gunung Rinjani, Lombok, NTB. 

Rasa Buah Lahung

Namun, tahun ini sepertinya satu-satunya pohon Durian Gundul yang kami ketahui gagal berbuah karena saat kami survey bunganya rontok tak bersisa. Maka kami menyasar Durian Merah/ Lahung yang juga merupakan jenis durian unik tidak hanya dari segi warna, duri tetapi juga rasanya. 

Asal Buah Lahung

Ada beberapa spot Durio dulcis yang berhasil ditemukan sedang berbuah. Namun kali ini kami mendatangi salah satu lokasi yang dikenal dengan nama Munyun yang letaknya kurang lebih sekitar 12 km dari Desa Tumbang Baraoi. Di sini hanya ada satu pohon yang berdiameter di atas 50 cm dan tinggi mungkin mencapai lebih dari 20 meter. 

Cara mengupas Durian Merah

Dari titik keberangkatan kami menggunakan sepeda motor melalui jalan desa sepanjang 6 km dan dilanjutkan menyusuri jalan perusahaan HPH. Perjalanan menggunakan sepeda motor hanya bisa sampai pada sebuah dukuh dipinggiran jalan utama, selanjutnya track berupa jalan setapak dan sesekali berlumpur harus ditempuh dengan berjalan kaki. Diperkirakan perjalanan ini setidaknya memerlukan waktu kurang lebih 15 menit untuk sampai tepat di bawah pohon Durian Merah. Kendati kontur tanah berupa perbukitan kecil namun pohon ini tumbuh tepat didaerah cekungan yang relatif becek dan berair. 

Hal unik mengenai buah-buahan terutama durian di daerah ini adalah siapapun berhak untuk memungut buahnya yang jatuh selama dia bersedia menunggu atau berada dilokasi. Bahkan dalam beberapa kasus sesorang yang bukan pemilik pohon pun tidak dilarang untuk mendirikan pondok disekitar pohon untuk menunggu buah-buah yang secara alami jatuh ketika sudah matang. Tentu saja walaupun demikian etikanya kita tetap harus permisi dan meminta izin kepada si empunya. 

Maka musim buah durian seperti saat ini adalah surga bagi penikmatnya. Asalkan mau sedikit berusaha mendatangi pohon-pohon durian yang sedang berbuah maka bisa makan dengan sepuasnya tanpa perlu harus membeli. Bagi yang enggan atau malas untuk menunggu dan mengumpulkan buahnya  tentu tetap dapat menikmati legitnya si Raja buah dengan mengeluarkan sedikit rupiah, karena biasanya ada beberapa anak-anak yang menjajakan buah hasil perburuan mereka. 

Tidak heran di lokasi pohon Durian merah yang kami datangi juga sudah relatif bersih dari semak-semak karena sudah didatangi entah berapa banyak orang. Setiap mereka yang datang akan berkeliling dan mencari buah-buah yang telah jatuh sebelum dia tiba termasuk kami. Namun, karena angin yang begitu tenang dan alokasi waktu yang hanya sebentar, kami hanya berhasil mengumpulkan dua buah durian merah saja. 

Setelah kurang lebih 30 menit berada dilokasi kami harus puas kembali dengan membawa pulang hanya dua buah Durian Merah di tambah bonus beberapa biji dan bibit hasil cabutan untuk disemai terlebih dahulu sebelum siap di tanam dilokasi Taman Suluh Pambelum. Semoga perburuan berikutnya kami bisa lebih puas menikmati buah yang diyakini paling manis di antara jenis durian dengan aroma khas seperti vanili ini. 


Share:

Minggu, 04 Juli 2021

Salak Hutan Buah Lokal Rimba Kalimantan

www.bambofoundation.org - Rasa buah salak hutan yang manis atau cenderung lebih asam dengan warna oranye atau merah sudah sangat familiar bagi anak-anak Suku Dayak khususnya yang masih atau pernah bermukim di pinggiran hutan. Kendati umumnya tumbuh liar diantara rimbunnya pepohonan dan semak belukar, namun tanaman ini mudah dikenali karena memiliki karakteristik yang khas. 

Buah Salak Hutan

Salak Hutan dibeberapa daerah dikenal dengan nama lain kelubi, salak merah atau asam paya. Adalah sejenis tanaman yang menghasilkan buah serupa salak dengan kulit buah bersisik dan daging buah berwarna putih. Dibandingkan jenis buah salak pada umumnya, salak hutan memiliki buah yang realtif lebih kecut dan warna kulit buah yang lebih mencolok yakni berwarna merah. 

Salak hutan

Pengalaman penulis selama berburu salak hutan jarang menemukan jumlah buah lebih dari 10 dalam satu tandan. Hal ini mungkin karena di habitat aslinya salak yang merupakan tanaman berumah dua (dioceous) yang berarti bahwa dalam satu individu terdapat bunga jantan atau bunga betina saja hanya mengandalkan serangga dalam upaya penyerbukannya, sebab peran angin mungkin kurang begitu signifikan lantaran kondisi hutan dengan semak belukar dan tegakan yang rapat. 

Salak hutan termasuk kelompok tanaman palem-paleman (Areaceaeae), seperti halnya Pinang, Kelapa, Sawit, Aren, Rumbia dan Nypah. Namun berbeda dengan beberapa jenis tanaman tersebut yang relatif lebih aman untuk di panen, pelepah-pelepah daun salak memiliki duri tajam dan relatif kokoh sehingga perlu ekstra hati-hati saat mencoba memanen atau memetik buahnya. Duri-duri ini dapat mencapai panjang hingga lebih dari 5 cm dan dapat dengan mudah menembus sendal jepit atau celana jeans apalagi kulit manusia.

Saat ini belum diketahui adanya upaya budidaya salak hutan secara konkrit atau besar-besaran. Meski warna kulit buahnya menarik, namun rasanya yang cenderung lebih asam mungkin menjadi alasan kurangnya minat para petani atau pengusaha perkebunan memilih tanaman ini untuk dijadikan komoditi. Padahal saat ini salak hutan sudah mulai diusahakan untuk olahan asinan dan manisan. 

Ketergantungan terhadap alam khususnya hutan juga sangat berisiko terhadap salak hutan itu sendiri mengingat kondisi hutan cenderung tidak stabil dan mudah mengalami alih fungsi dan terdegredasi akibat berbagai aktivitas manusia. Sadar akan hal ini, Yayasan Baraoi Mutiara Borneo melalui program Peduli Jantung Borneo mendirikan Taman Suluh Pambelum yang menjadi pusat pelestarian berbagai jenis tumbuhan buah lokal di luar kawasan konservasi yang mana salah satu koleksinya adalah Salak Hutan ini. 

Share:

Senin, 17 Mei 2021

Khasiat dan Kandungan Nutrisi Buah Botong

www.bambofoundation.org - Buah Botong atau Kundur atau Beligo adalah buah dari sejenis tanaman sayuran merambat atau menjalar di atas permukaan tanah. Buah ini memiliki dua variasi yang umum yakni yang berbentuk panjang bahkan hingga lebih dari satu meter dan yang berbentuk bulat mirip semangka. Meski secara fisik baik batang maupun buahnya relatif mirip dari segi bentuk dan ukuran (yang berbentuk bulat) namun buah Botong memiliki ciri khas yakni terdapat semacam "bulu" halus seperti beludru berwarna putih pada bagian kulit luarnya. Beludru ini akan berangsur-angsur hilang ketika buah matang namun tetap mempertahankan warnanya yakni hijau.

Sayur Botong

Buah atau sayur Botong merupakan tanaman asal Asia Tenggara namun kini sudah dibudidayakan di beberapa wilayah lain seperti Asia Timur dan Selatan. Buah yang dikenal dengan nama Winter Melon ini dikenal memiliki banyak khasiat terutama untuk kesehatan. 

Jenis sayuran yang diyakini dapat membantu program kehamilan ini memiliki daging buah berwarna putih dengan bagian tengah relatif berongga dan lebih lunak. Di dalam rongga inilah biji-biji buah botong yang sedikit lebih besar dari biji timun berada. Biji yang berwarna putih atau cenderung krem ini merupakan salah satu media perbanyakan yang lazim digunakan. 

Kandungan nutrisi dan manfaat kesehatan buah ini dilansir dari Healthline media antara lain dijelaskan bahwa buah dengan nama latin atau nama ilmiah Benincasa hispida mengandung sekitar 96 persen air. Selain  tinggi protein dan karbohidrat juga rendah kalori serta mengandung lemak baik. Nutrisi bermanfaat lainnya yang juga terkandung dalam buah ini adalah beberapa  jenis vitamin, seperti vitamin C, vitamin B1, vitamin B2, kalsium, dan zat besi. 

Serat dalam buah kundur/ botong juga terbilang cukup tinggi dan sangat baik guna melancarkan sistem pencernaan.Tidak hanya itu kandungan zat flavonoid dan karoten adalah dua jenis anti oksidan yang dipercaya dapat menjaga tubuh dari kerusakan sel, ganguan penyakit diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. 

Jenis buah yang bermanfaat untuk mendukung program kehamilan disematkan untuk botong kendati belum ada pengujian secara ilmiah mengingat manfaat kandungan asam folat sebagai salah satu gizi penting untuk meningkatkan kesuburan dan mencegah kecacatan janin juga terkandung di dalam buah botong.

Cara menanam buah botong sangat simpel, bahkan dalam beberapa kasus tumbuh dengan sendirinya dari biji yang kadang "dilemparkan" bersama kulit buah setelah di sayur. Tanaman botong tumbuh dengan baik pada kondisi tanah yang baik dengan kandungan unsur hara yang cukup. Tanaman dapat menghasilkan buah tanpa mengenal musim dan biasanya sudah panen setelah berumur sekitar 70 hari setelah di tanam. 

Bibit buah botong sebaiknya dipilih yang bernas sebelum ditanam yakni dengan cara merendamnya di air hangat selama kurang lebih 30 menit. Biji yang baik adalah yang tenggelam dan terlihat "gemuk" setelah perendaman sedangkan yang tipis dan biasanya mengapung adalah biji yang kurang baik dan harus di pisahkan.  

Sayur Botong adalah salah satu tanaman yang cukup familiar di kalangan masyarakat Dayak khususnya di Katingan, sebetulnya untuk hasil buah yang optimal diperlukan pengolahan tanah seperti pengolahan media tanah pada penanaman sayur labu, timun atau semangka, namun dalam kasus daerah ini umumnya botong di tanam pada lahan tanpa pengolahan secara khusus. Biasanya tanaman ini ditanam bersamaan dengan proses "manugal" atau menanam padi pada areal lahan yang telah ditebas-bakar beberapa minggu sebelumnya. 


Share:

Rabu, 12 Mei 2021

Pesona Scindapsus Borneo (Kalimantan)

www.bambofoundation.org - Pesona Scindapsus tanaman hutan dari suku monstera yang sedang naik kelas kian menghipnotis para pehobies tanaman hias. Tidak tanggung-tanggung harga per "plant" bisa membuat peminatnya haru rela mengeluarkan ratusan hingga jutaan rupiah. Padahal tadinya, tanaman-tanaman dengan karakter dan pola unik ini dulunya hanyalah tanaman liar yang banyak tumbuh di hutan-hutan. 

Daftar Scindapsus Borneo

Tanaman Scindapsus adalah sekelompok tanaman yang berasal dari keluarga Araceae. Walaupun banyak ditemukan di Indonesia, pada dasarnya genus ini juga dijumpai di beberapa daerah lain di Asia Tenggara, New Guinea, Queensland dan beberapa pulau di Pasifik Barat. Diketahui setidaknya ada sekitar 35 spesies Scindapsus yang terdata, menariknya sekitar 12 jenis di antaranya dapat ditemukan di Pulau Borneo (Kalimantan).

Beberapa jenis Scindapsus yang di temukan di pulau Borneo (mencakup wilayah negara Malaysia dan Brunei Darussalam) adalah sebagai berikut. 

Scindapsus coriaceus 

Jenis ini termasuk spesies Scindapus langka Borneo dan data tentang detail tanaman masih sangat terbatas. Beberapa referensi menyebutkan tanaman ini tercatat di jumpai di gunung Kinabalau, Sabah, Malaysia. Gunung Kinabalau adalah gunung dengan puncak tertinggi di Kalimantan dan termasuk dalam salah satu gunung tertinggi di Asia Tenggara dengan tinggi  4.095,2 meter. Wilayah gunung ini termasuk area berstatus kawasan konservasi taman nasional. 

Scindapsus crassipes 

Data mengenai spesies Scindapsus yang satu ini juga masih terbilang minim dan sangat terbatas. Scindapsus crassipes diketahui  merupakan jenis tumbuhan asli yang dijumpai di Pulau Kalimantan. Walaupun dalam beberapa literatur koleksi yang ditemukan berasal dari Serawak, Malaysia namun tidak menutup kemungkinan juga terdapat di beberapa daerah lain di pulau terbesar ke tiga di dunia ini.

Scindapsus beccarii

Flora yang satu ini memiliki daerah sebaran yang sedikit lebih luas yakni tidak hanya terbatas di Borneo saja tetapi juga Sumatera, dan semenanjung Malaysia.  Tumbuhan perennial ini tumbuh pada daerah yang relatif lembab dengan intensitas cahaya matahari redup hingga sedang.  Seperti ciri khas tanaman tropis pada umumnya yang menyukai kelembaban tinggi ia dapat mentolerir suhu antara 21  hingga 32 derajat celcius. 

Bagi para pehobies tanaman hias yang ingin merawat jenis Scindapsus Borneo ini harus memperhatikan kelembaban media yang dapat menggunakan tanah yang subur dan memiliki prositas yang baik. Hal ini sangat penting untuk menjaga kelembaban media, sebab akar Scindapsus beccarii rentan terhadap pembusukan jika media terlalu basah. Pemupukan dapat dilakukan setiap dua minggu sekali ketika tanaman tampak tumbuh dengan aktif. Perbanyakan dapat dilakukan dengan cara stek batang. 

Scindapsus glaucescens

Pesona Scindapsus Borneo berikutnya juga tidak kalah unik dan langka yakni Scindapsus glaucescens. Seperti halnya jenis yang lain flora endemik Borneo ini juga merupakan tanaman yang biasa tumbuh  dengan "memanjat" pohon-pohon yang ada disekitarnya. Diduga ini adalah salah satu bentuk upayanya dalam mendapatkan sinar matahari yang sangat terbatas pada bagian lantai hutan karena tajuk pepohonan yang begitu lebat di hutan hujan. 

Tangkai daun yang panjang dengan bentuk daun yang cenderung berbentuk bulat lonjong (oval) berwarna hijau solid menjadi ciri khas tanaman. Dibandingkan dengan beberapa spesies lain yang lebih populer sebagai tanaman hias, jenis ini nampaknya belum terlalu dilirik barangkali selain karena informasinya yang sangat terbatas juga karena sifat endemisitasnya. 

Scindapsus hederaceus

Habitat Scindapus jenis ini memiliki daerah sebaran mulai dari Indo-china, Jawa, Sumatera, Kalimantan hingga Malaysia. Pada umumnya tumbuh di hutan cemara kering, dan sangat jarang di hutan rawa gambut, di atas batu pasir serta batu kapur. 

Di habitat alaminya secara fisik, termasuk tumbuhan yang berukuran sedang hingga besar dengan daun yang tersusun secara teratur pada batang pemanjat dan cenderung berkumpul pada ujung batang yang berbunga. Namun pada beberapa kasus di tangan pehobies cenderung tergolong jenis yang tumbuh dengan lambat. Meski demikian tanaman ini ternyata memiliki nilai eksotisme yang cukup kuat. Warna hijau kebiruan yang solid dan daun yang elegan membuatnya nampak berkarisma. 

Scindapsus latifolius

Data dan informasi Scindapsus endemik Borneo ini masih sangat terbatas. Selain diketahui menjadi salah satu koleksi Brunei Darussalam, berdasarkan laporan Mitsuru Hota tanaman ini ditemukan di Sarawak, Malaysia. 

Jika diamati berdasarkan identifikasi visual, tanaman ini termasuk tanaman berukuran sedang hingga besar. Daun berwarna hijau berbentuk bulat lonjong melekat pada tangkai daun yang relatif besar dan panjang. Uniknya pada bagian ujung batang tampaknya terdapat semacam rambut atau serat-serat seperti ijuk pada pohon enau. Jenis ini nampaknya belum terlalu populer sebagai tanaman hias dikalangan pehobies. 

Scindapsus longistipitatus

Tanaman endemik ini lagi-lagi sangat sulit ditemukan referensinya. Selain koleksi berupa herbarium di Royal Botanic Garden yang menyebutkan bahwa tanaman ini dikoleksi dari Sabah Banguey Island, Malaysia informasi lainnya hampir tidak ada. 

Ciri fisik yang dapat dideskripsikan dari penampakan visual tanaman ini yang mungkin menjadi ciri khas adalah adanya semacam pelebaran seperti sayap pada tangkai daun yang relatif panjang. Tangkai daun ini menopang daun berukuran relatif sedang dengan bentuk bulat lonjong dengan ujung daun agak lancip. Seperti halnya kebanyakan Scindapsus, jenis ini juga merupakan tanaman "pemanjat".

Scindapsus mamilliferus 

Salah satu spesies endemik yang tercatat menjadi koleksi hidup di Bogor Botanic Garden. 

Scindapsus perakensis 

Tersebar luas dibeberapa daerah seperti Bangladesh, Thailand, Semenanjung Malaysia, Kalimantan, Jawa, Sumatra, Sulawesi, Filipina. Termasuk jenis Scindapus Gren Leaf berdaun mengkilap yang sudah cukup dikenal sebagai tanaman hias. Namanya perakensis barangkali mengacu pada herbarium yang terdapat di Royal Botanical Garden yang dikoleksi dari Perak, Malaysia. 

Scindapsus pictus

Merupakan jenis yang umum dan memiliki cukup banyak variasi. Tersebar mulai dari India, Bangladesh, Thailand, Semenanjung Malaysia, Kalimantan, Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Filipina. Di habitatnya tanaman ini dapat tumbuh hingga ketinggian 3 meter, pada daerah yang cenderung ternaung yang bahkan dapat mentorelerir suhu minimum hingga 15 derajat celcius. 

Ciri khas dari jenis ini adalah adanya bercak-bercak putih "pictus" pada permukaan daunnya yang berbentuk bulat lonjong dan cenderung runcing pada bagian ujung. Sekilas bentuk daun ini mirip bentuk syimbol hati yang tidak sempurna karena bagian bawahnya agak melengkung kesamping. Beberapa varietasnya memiliki harga yang cukup fantastis dikalangan pecinta tanaman hias. Salah satu varietasnya yakni Scindapsus pictus "exotica" merupakan tanaman asli yang tumbuh di Taman Biodiversitas Suluh Pambelum yang dibangun oleh Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation)

Scindapsus rupestris

Tanaman khas dengan daun hijau secara menyeluruh. Tangkai daun agak kaku dan relatif panjang. Termasuk jenis Scindapsus yang cukup umum dan dapat ditemukan di Thailand, Semenanjung Malaysia, Kalimantan, dan Sumatra.

Scindapsus treubii

Pesona Scindapus treubii terletak pada daunnya yang tampaknya dibedakan menjadi dua varietas yakni Moonlight dan Dark Form. Pada varietas Moonlight daun yang nampak menyerupai lambang hati tersebut lebih cerah pada bagian tengah. Warna ini nampak seperti sebuah krem yang dikuaskan pada permukaan daun, sedangkan pada varietas Dark Form warna daun pada permukaan tampak hijau gelap secara keseluruhan. 

Kendati bukan tanaman endemik Kalimantan, jenis ini cukup bernilai dikalangan kolektor tanaman hias. Jenis ini tesebar luas mulai didaerah Thailand, Semenanjung Malaysia, Kalimantan, dan Sumatra. 

Ayo Patungan Bangun Taman Biodiversitas Untuk Selamatkan Jantung Borneo Kita !

Share:

Minggu, 09 Mei 2021

Rambusa buah liar yang berkhasiat

www.bambofoundation.org - Anak-anak yang pernah tinggal di pedesaan khususnya di Kalimantan pasti sudah tidak asing dengan buah Rambusa (Passiflora foetida Linne). Tanaman unik ini dikenal dengan banyak nama lokal seperti cemot, bilaran, kalimutan dan permot. Walaupun pada masa kanak-kanak hanya tergoda dengan rasa buahnya yang manis sedikit asam dan terasa segar ketika sudah matang ternyata buah yang diduga dulunya berasal dari amerika latin ini memiliki cukup banyak khasiat kesehatan. 

Khasiat buah rambusa

Buah cemot atau rambusa umumnya tumbuh liar atau tidak ditanam secara sengaja. Tanaman tergolong herba ini tumbuh menjalar atau merambat di atas permukaan tanah atau "mengikatkan" diri pada tanaman-lain disekitarnya karena adanya semacam "tentakel" yang keluar didekat pangkal tangkai daun. Daunnya memiliki rambut-rambut halus sejenis trikoma sehingga terasa kasar saat dipegang. 

Bentuk buah bilaran

Secara fisik buah rambusa berwarna hijau saat muda dan berangsur berubah kuning hingga jingga ketika matang. Semakin ketingkat oranye ini, isi buah yang lebih tampak seperti markisa mini semakin terasa lebih manis dan sedikit rasa asam. Buah yang hanya seukuran kelereng ini sangat unik karena ditutupi oleh daun pembalut serupa benang yang teranyam sehingga terlihat seperti sebuah mutiara di dalam keranjang berbentuk bulat. 

Manfaat buah rambusa di pedesaan

Buah "cemot" mengandung mineral seperti potassium, kalsium, dan zat besi. Kandungan potassiumnya sangat berguna bagi tubuh diantaranya dapat menguatkan otot, mencegah stroke, mengontrol tekanan darah, menjaga sistem syaraf dan sebagainya.

Manfaat buah "cemot" atau rambusa  antara lain :

1. Menjaga Kesehatan Tulang

2. Mencegah Anemia

3. Mencegah  Kanker

4. Mengontrol Tekanan Darah

5. Menjaga Kesehatan Gusi dan Gigi

Terkadang pucuk atau "suluh" yakni ujung tanaman ini juga dapat manfaatkan untuk sayur. Namun perlu diingat, kendati buah yang sudah matang rasanya enak dan berkhasiat obat namun tidak dianjurkan memakan buah yang masih muda (berwarna hijau) karena diketahui beracun, namun jenis racun apa atau zat apa yang terkandung pada buah yang masih muda belum dijumpai sumber yang menyebutkannya. 

Share:

Rabu, 05 Mei 2021

Ayo Patungan Bangun Taman Biodiversitas Suluh Pambelum

www.bambofoundation.org - Perlahan tetapi pasti sejak tahun 2019 lalu Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation) sedikit demi sedikit  membebaskan lahan masyarakat untuk melestarikan buah lokal yang terancam punah. Pada awalnya areal seluas 0,25 Ha ini akan diarahkan menjadi kebun buah lokal, namun dengan berbagai pertimbangan termasuk dengan ditemukanya fakta bahwa ada beberapa jenis hewan endemik dan dilindungi disekitar kawasan maka diputuskan untuk mengembangkannya menjadi  Taman Biodiversitas. 

Taman Biodiversitas atau taman keanekaragaman hayati (Kehati) memiliki beberapa fungsi antara lain tempat pelestarian tumbuhan lokal, sarana rekreasi, tempat edukasi, sumber genetik tumbuhan lokal, ruang terbuka hijau dan tutupan vegetasi. Saat ini sudah ada ratusan bibit buah termasuk beberapa jenis buah langka yang ditanam di kawasan ini. 

Sayangnya biaya untuk membangun sebuah taman biodiversitas tidaklah sedikit bahkan untuk yang sangat sederhana sekalipun. Untuk itu kami mengajak seluruh lapisan masyarakat, siapapun dan dengan latar belakang apapun untuk turut bergabung Ayo Patungan Bangun Taman Biodiversitas yang kami beri nama "Suluh Pambelum" atau "Tunas Kehidupan". 

Kami telah meluncurkan sebuah laman penggalangan dana di situs Kitabisa.com/suluhpambelum. Bagi sahabat sekalian yang belum pernah melakukan donasi di situs ini berikut tutorial atau panduannya. 

1. Klik halaman penggalangan dana www.kitabisa.com/suluhpambelum. Link tersebut akan mengarah pada halaman penggalangan dana dengan judul " Bantu Bangun Taman Biodiversitas "Suluh Pambelum" kemudian klik tombol berwarna merah muda dengan tulisan donasi sekarang.

Cara donasi Bangun Taman Biodiversitas

2. Langkah berikutnya adalah memasukan nominal donasi. Untuk donasi melalui situs atau laman ini nilai minimum atau paling sedikit adalah Rp 10.000,- namun jika melalui aplikasi maka nominal paling rendah untuk donasi adalah Rp 1.000,-. Nominal ini masih bisa dikoreksi atau diedit di halaman selanjutnya.
Cara donasi lingkungan

3. Pilih metode pembayaran. Ada banyak jenis metode atau alternatif pilihan pembayaran donasi, Misalnya pembayaran instan menggunakan e wallet seperti gopay, dompet kebaikan kitabisa, DANA, ShopePay, Linkaja, dan Jenius Pay. Alternatif lain adalah mentransfer ke akun virtual berbagai jenis bank antara lain BCA, MANDIRI, BNI, BRI dan BSI. Pilihan lainnya juga bisa langsung transfer bank atau menggunakan kartu kredit.  Untuk memilih metode pembayaran  klik pada salah satu yang anda inginkan. Untuk contoh panduan donasi kali ini kami akan menggunakan virtual akun BRI. 

Panduan terbaru donasi kitabisa.com

Cara bayar donasi kitabisa.com

cara Berdonasi bidang lingkungan

4. Setelah memilih metode pembayaran maka halaman selanjutnya adalah mengisi nominal donasi. Nominal nominasi akan secara otomatis terisi nilai yang anda pilih pada langkah dua, jika ingin dirubah cukup arahkan pada kolom nominal dan hapus lalu ganti dengan nominal yang baru, jika tidak maka bisa langsung mengisi nama di kolom Nama lengkap dan Nomor HP di Nomor Ponsel atau Email. Klik di sebelah kanan tulisan "sembunyian nama saya" jika ingin berdonasi sebagai anonim (tanpa nama). Anda juga bisa menuliskan doa atau harapan kepada penggalang dana tau anda sendiri di kolom terakhir sebelum lanjut pembayaran.

Cara donasi kitabisa.com

5. Segera anda akan masuk ke halaman instruksi pembayaran serta nomor akun bank virtual  (pada tutorial ini sebelumnya  memilih metode pembayaran menggunakan virtual akun bank BRI). Jika masih belum yakin dan bingung, maka bisa klik salah satu dari tiga panduan pembayaran. 

Membantu penggalangan dana di kitabisa.com
6. Misalnya jika ingin melakukan pembayaran menggunakan BRI Mobile Banking maka caranya dapat dilihat seperti di gambar berikut. 
Cara donasi kitabisa.com pakai BRI

Jangan ragu untuk berdonasi meski hanya Rp 1.000,- , karena bagi kami tidak ada nominal yang terlalu sedikit untuk ikut Patungan Bangun Taman Biodiversitas "Suluh Pambelum". 

Donasi secara langsung juga bisa dikirimkan ke rek BRI 7128-01-013147-53-3 a.n YAYASAN BARAOI MUTIARA BORNEO (mohon kesediaanya untuk konfirmasi nama dan nominal transfer ke 082255313036). 

Kami juga mohon dengan hormat bagi Bapak/ Ibu atau sahabat sekalian yang bekerja atau memimpin sebuah instansi dan dapat membantu tetapi memerlukan proposal atau usulan agar berkenan menghubungi kami melalui Tlp/ WA : 0822 5531 3036 - Muhammad Jumani atau 0822 5150 6889 - Eko Ardinatha.



Share:

Minggu, 07 Februari 2021

Tanam tiga dari empat varietas rambutan asal kalimantan

www.bambofoundation.org - Perlahan dan pantang menyerah, upaya mewujudkan mimpi memiliki kebun buah dan tanaman langka khususnya yang tumbuh di Kalimantan terus dilakukan. Mengawali tahun 2021, Bambo Foundation melalui program Peduli Jantung Borneo (PJB) mendapatkan berkah dengan hadirnya kurang lebih 45 bibit rambutan hasil cangkok yang siap tanam di lahan baru sekaligus menyulam bibit yang mati pada kegiatan penanaman sebelumnya. 

Empat Varietas rambutan kalimantan

Tidak hanya rambutan, ada jambu kristal, sawo, durian, jambu bol, dan lengkeng yang jika ditotal jumlahnya sekitar 70-an.  Bibit-bibit ini dipesan dari penjual bibit keliling yang berasal dari kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Adalah Iwan penjual bibit yang sudah sekian tahun menjajakan berbagai bibit buah hasil perbanyakan vegetatif baik cangkok, okulasi, ataupun sambung pucuk di area Kasongan, Tumbang Samba, Hingga Tumbang Senamang. 

Tidak main-main, perjalanan panjang Iwan dari Kapuas menuju Desa Tumbang Baraoi sendiri membutuhkan waktu kurang lebih tiga hari dengan menempuh jarak lebih dari 300 km. Iwan bercerita, Ia harus beberapa kali singgah dan menginap karena cuaca yang kurang bersahabat di musim penghujan. Namun tuturnya musim seperti ini tidak sepenuhnya berdampak negatif sebab penjualan bibit buah cenderung lebih tinggi di musim penghujan dibanding pada musim kemarau. 

Bibit buah yang paling laris manis dibeli masyarakat ungkapnya adalah jenis rambutan. Iwan membawa tiga dari empat varietas rambutan unggul asal Kalimantan Selatan yang sudah mendapat pengakuan yakni "Si Batuk Ganal" atau biasa dikenal Rambutan Batuk, Rambutan Garuda dan Rambutan Antalagi. Harganya bervariasi, untuk pengantaran sampai di Desa Tumbang Baraoi misalnya, harga bibit rambutan berkisar Rp 25 ribu - Rp 35 ribu. Sedangkan bibit yang lain semisal lengkeng, dan jambu kristal di kisaran Rp 70 ribu, dan yang termahal bibit durian di kisaran Rp 100-150 ribu tergantung jenis atau varietasnya. 

Rambutan Antalagi adalah yang paling banyak di antara bibit hasil cangkok yang kami borong, di ikuti varietas Batuk dan terakhir Garuda yang hanya tersisa sekitar enam tanaman. Keputusan untuk membeli seluruh bibit rambutan ini karena beberapa pertimbangan di antaranya perawatan yang relatif lebih mudah, daya adaptif yang tinggi, serta harganya yang relatif terjangkau. 

Sebagaimana diungkapkan oleh BMKG pada Oktober 2020 lalu, diprediksi hingga Mei 2021 Indonesia akan mendapatkan pengaruh fenomena La Nina, di mana Indonesia akan mengalami "kemarau basah" yakni meningkatnya curah hujan yang dapat mencapai 40% dari biasanya. Anomali ini memang harus diwaspadai karena untuk beberapa wilayah rawan bencana banjir dan longsong, namun fenomena ini juga memiliki sisi positif yakni dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan upaya perluasan pertanian khususnya untuk daerah kering. Ayo manfaatkan momen ini untuk menanam pohon #1day1tree 


Share:

Kamis, 05 Desember 2019

Raspberi Cantik Yang Belum Dilirik

www.bambofoundation.org - Hutan Kalimantan diyakini masih menyimpan ribuan flora berpotensi yang menunggu untuk dieksplorasi. Melalui berbagai penelitian dan uji kandungan, beragam tumbuh-tumbuhan tersebut nantinya dapat diklasifikasikan fungsi dan kegunaannya dalam rangka menunjang kehidupan manusia. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita memberikan prioritas utama dalam memastikan sustainability hutan sebagai jaminan keberlangsungan umat manusia itu sendiri.
Buah Beri Kalimantan
Raspberry/ Beri liar (Rubus sp)
Raspberry adalah salah satu contoh tumbuhan unik yang juga dapat di jumpai di hutan-hutan Kalimantan namun belum banyak dibahas. Raspberry khususnya di Indonesia memang belum sepopuler blueberry. Namun beberapa literatur menyebutkan jenis tumbuhan liar dari marga Rubus ini cukup dikenal dibeberapa belahan dunia karena selain dapat dikonsumsi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Arbei nama umum yang mungkin di tujukan untuk genus (Rubus) adalah kelompok tanaman yang masih satu suku dengan Mawar (Rosaceae). Mereka biasa tumbuh secara alami di lahan terbuka seperti tepi hutan, pinggir jalan, hutan sekunder, belukar, dan tepi sungai. Meskipun umumnya ditemukan pada ketinggian 500 - 1400 mdpl namun terkadang juga dijumpai pada daerah dengan ketinggian lebih rendah. Ciri-ciri umum Rubus yaitu berupa tumbuhan berhabitus semak, dengan sifat tumbuh merayap, menjalar, atau tegak. Salah satu karakteristik tanaman ini adalah adanya duri pada batangnya. Daun bervariasi antar jenis, mulai dari daun tunggal yang bercangap hingga daun majemuk berseling, menyirip atau menjari sedangkan bunga memiliki variasi warna dari putih, merah muda hingga merah-ungu. 

Buah Raspberry juga bervariasi namun yang cukup populer adalah yang berwarna merah atau oranye yang terlihat sangat memikat. Ukurannya tidak terlalu besar, hanya sekitar 1,8 cm. Merupakan buah agregat subglubosa. Buah agregat adalah buah yang berkembang dari suatu bunga yang memiliki putik tunggal, buah tersebut berkembang menjadi buah batu yang sangat kecil dan menempel satu sama lain tetapi terpisah sebagai unit tersendiri dari dasar bunga yang kering melengkung berbentuk kubah. Jenis buahnya termasuk buah juicy (banyak mengandung air) sehingga cocok untuk dibuat jus, dimakan langsung atau diolah menjadi selai. 

Raspberi juga memiliki khasiat pengobatan di antaranya akar dan daun. Akar digunakan untuk pengobatan disentri dengan cara direbus. Selain itu akar juga mengandung alkaloid yang dapat berfungsi menjaga dan melindungi hati.  Ekstrak tumbuhan ini juga memiliki potensi yang tidak kalah penting yaitu sebagai obat kanker payudara (tsFT210).

Raspberi yang tumbuh di Kalimantan (salah satuny mungkin dari jenis Rubus alceifolius) adalah semak belukar  yang kuat, agresif, menyebar dengan batang berduri melengkung panjang. Tanaman ini tersebar dan tumbuh dari biji yang tersebar berkat bantuan burung. Rumpun besar yang rapat dan penuh duri ini merupakan semak padat yang sangat sulit ditembus.

Beri hutan ini dapat tumbuh pada hampir disegala jenis tanah, namun lebih menyukai jenis tanah yang bertekstur gembur atau memiliki drainase yang baik. Selain dengan biji perbanyakan dapat pula dilakukan dengan cara merunduk (layering). Namun perlu diperhatikan, tanaman ini memiliki potensi sebagai tanaman invasif bahkan menurut hasil penelitian USDA dan Weed Science Society of America, tanaman ini termasuk potensi gulma invasif masa depan berperingkat tertinggi di AS.

Nama lokal : Buah parinat, mompap, Pemperingatan, Buah Beri hutan.

Tanaman ini adalah salah satu koleksi Taman Biodiversitas Suluh Pambelum yang sedang kami bangun. Bantu kami mengumpulkan lebih banyak tumbuhan lokal eksotis dengan segudang potensinya dengan cara donasi lihat caranya di sini
Share:

Minggu, 24 November 2019

Khasiat Tanaman Langka Asam Pangi Mulai Anti Mikroba Hingga Anti Kanker

www.bambofoundation.org- Asam Pangi (Mangifera pajang) adalah tanaman buah dari keluarga Anacardiaceae yang memiliki kulit tebal dan aroma khas. Tanaman yang masih berkerabat dekat dengan mangga ini umumnya tumbuh liar dan merupakan tanaman asli pulau Borneo (Kalimantan) termasuk Brunei, dan Malaysia. 

Khasiat asam pangi anti kanker
Buah Asam Pangi/ Bambangan (Mangifera pajang)
Asam Pangi yang secara umum dikenal dengan sebutan Bambangan atau "Bambangan Manggo/ wild manggo" merupakan tanaman berupa pohon berperawakan besar dengan tinggi  mencapai belasan meter bahkan beberapa puluh meter dan diameter dapat berukuran lebih dari satu meter. Buahnya berbentuk bulat telur dengan warna kulit kuning-kecoklatan, jika diraba kulit akan cenderung terasa agak kasar. Di bawah lapisan kulitnya yang tebal terdapat daging buah yang berwarna kekuningan dengan serat yang agak lebih kasar pada kelompok mangga pada umumnya. Ukuran buahnyapun relatif lebih besar, dengan berat bisa mencapai 800 gram dan dapat disimpan beberapa hari.
bibit buah asam pangi/ bambangan
Bibit Asam Pangi (Mangifera pajang)
Jika ingin mengkonsumsi buah ini ada baiknya jangan langsung dikupas setelah dipetik, tetapi didiamkan terlebih dahulu satu atau dua hari. Selain itu pastikan kulitnya yang tebal benar-benar bersih karena sisa getah pada kulitnya akan membuat lidah anda akan terasa getir seperti halnya jika terkena getah buah Kweni (Mangifera odorata).

Tanaman Asam Pangi dapat berbuah dua kali setahun, biasanya antara bulan Januari-Februari dan Juli-Agustus. Selain dinikmati langsung daging buahnya yang tinggi kandungan air, antioksidan vitamin C serta agen anti mikroba dapat pula dikonsumi dalam bentuk jus.

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, Asam Pangi adalah tanaman endemik  yang hanya ditemukan di pulau Kalimantan. Artinya sebaran alaminya adalah pulau Borneo yang merupakan milik dari tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam meskipun beberapa sumber juga menyebutkan tanaman ini juga tercatat ada di Singapura.

Status konservasi Asam Pangi (Mangifera pajang) mengacu pada situs IUCN (International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources), berada pada katagori "rentan"  (Vulnurable). Dengan kata lain berdasarkan data yang dikeluarkan IUCN Red List of Threatened Species atau disingkat IUCN Red List tersebut menunjukan bahwa spesies ini sedang menghadapi risiko kepunahan di alam liar.

Padahal menurut data dari Perpustakaan Nasional Institut Kesehatan Nasional AS menyebutkan  selain buahnya yang edibel,  Spesies tanaman Asam pangi (Mangifera pajang) dapat menjadi sumber potensial untuk antikanker alami (terutama untuk kanker payudara, hati dan usus besar) dan antioksidan serta anti mikroba. Ekstrak kernel, kulit batang dan daun Asam Pangi (Mangifera pajang). Beberapa zat penting yang berfungsi sebagai anti kenker dan antioksidan yang terkandung dalam kernel, kulit, batang dan daun Asam Pangi antara lain triterpen sikloartana,lupane,metil galat, dan quercitrin.

Ayo Patungan Bangun Taman Biodiversitas "Suluh Pambelum" agar tidak hanya Asam Pangi dan  berbagai jenis pohon buah lokal lainnya yang bisa dilestarikan tetapi juga berbagai fauna endemik serta dilindungi yang hidup di sekitar kawasan ini. 

Mari Bersama Jaga Jantung Borneo Kita!


Referensi
https://www.iucnredlist.org/species/31394/9625586
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4391605
Share:

Jumat, 22 November 2019

Adopsi Pohon Buah Langka Kalimantan

www.bambofoundation.org- Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation) menargetkan sedikitnya bisa menanam 1000 pohon khususnya tanaman buah langka Kalimantan selama tahun 2020 mendatang. Adapun penanaman pohon-pohon tersebut sementara difokuskan di Lokasi Percontohan Tanaman Buah Langka Kalimantan di Desa Tumbang Baraoi, Kecamatan Petak Malai, Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah.
Bibit buah langka kalimantan murah meriah
Beragam Jenis Bibit Buah Langka Kalimantan Program Peduli Jantung Borneo (PJB)
Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation)
Penanaman pohon buah tersebut dilakukan secara bertahap dan sudah diinisiasi sejak Agustus 2019 lalu. Bibit yang sudah ditanam kurang lebih 50 pohon buah di antaranya Tangkuhis (Dimocarpus longan ssp malesianus var malesianus), Tenggareng (Nephelium ramboutan-ake), Asam putar (Mangifera turqoenda), Asam pangi (Mangifera pajang), Kecapi (Sandoricum koetjape), Balangkasua (Lepisanthes alata), Bisbul (Diospyros blancoi), Tanggu (Lansium domesticum), Pampaken (Duri kutejensis) dan Durian merah (Durio dulcis).
bibit buah langka kalimantan
Bibit Tangkuhis/ Mata Kucing (Dimocarpus longan ssp malesianus var malesianus)
Diakui Muhammad Jumani, Pendiri Bambo Foundation saat ini Program Peduli Jantung Borneo (PJB) memang masih terkendala beberapa fasilitas pembibitan khususnya "rumah bibit", pembebasan lahan dan dana operasional pemeliharaan. Namun demikian Ia tetap optimis program ini dapat berjalan dengan modal sebuah lahan dengan luas kurang lebih 4500 m² yang akan digunakan sebagai lokasi percontohan penanaman.

Untuk pembibitan sendiri, saat ini masih dilakukan di tempat seadanya karena belum memiliki "Green House". Kendati begitu saat ini yayasan sudah memiliki lebih dari seratus bibit berbagai jenis tanaman buah khususnya yang memang tumbuh di Kalimantan. Jumani berharap di awal tahun 2020 mereka bisa memiliki "Green House" sehingga proses dan aktifitas pembibitan bisa lebih efektif dan efesien.

Hingga saat ini Yayasan Baraoi Mutiara Borneo belum memiliki sumber dana tetap untuk mendukung kegiatan operasional berbagai program yang ada seperti Taman Baca Baraoi (edukasi), dan Peduli Jantung Borneo (Lingkungan). Selain menyisihkan dana dari kantong pribadi, yayasan juga masih bergantung pada donasi dan kontribusi relawan.

Untuk itu Yayasan Bambo mengajak seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama ambil bagian dalam upaya pelestarian kekayaan alam Borneo khususnya buah-buahan khas Kalimantan, yang pada hakikatnya  tidak lain dan tidak bukan semata-mata untuk kesejahteraan masyarakat. Partisipasi aktif masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap "Jantung Borneo" dapat dilakukan dengan menjadi "adopter". Adopter adalah istilah lain untuk Bapak/Ibu/Kakak asuh untuk setiap pohon yang akan di tanam.

Adapun teknis menjadi adopter adalah sebagai berikut :
  1. Adopter mendonasikan/menitipkan dana sebesar Rp 50.000,- per pohon kepada Yayasan Baraoi Mutiara Borneo untuk kegiatan penanaman pohon dan buah langka Kalimantan melalui Proyek Percontohan Tanaman Buah Langka Kalimantan Program Peduli Jantung Borneo (PJB), dengan jangka waktu adopsi selama 3 tahun. 
  2. Sebesar 40 persen dari total dana hasil donasi/ titipan para adopter akan digunakan untuk pengadaan bibit, 25 persen untuk pembebasan lahan, dan 30 persen untuk perawatan atau pemeliharaan (termasuk penyulaman, pemupukan, pembersihan lahan, dll) dan 5 persen sisanya untuk keperluan  administratif, dan database. 
  3. Adopter berhak memilih jenis tanaman/bibit yang akan di adopsi selama persedian jenis bibit yang dimaksud masih ada serta boleh membubuhkan tanda (di tanam oleh ...) dengan tambahan biaya 10 ribu rupiah. 
  4. Adopter diperkenankan untuk ikut dan terlibat langsung dalam proses penanaman dengan catatan biaya akomodasi dan perjalanan selama kegiatan dibebankan kepada yang bersangkutan. 
  5. Dana dapat di transfer melalui rekening BRI 7128-01-013147-53-3 a.n YAYASAN BARAOI MUTIARA BORNEO, sejumlah yang harus dibayarkan plus dua digit kode unik yaitu "27" sebagai pengganti angka nol satuan dan puluhan terakhir. Misal untuk adopsi dua  pohon jumlah dana yang didonasikan/ditipkan sebesar Rp 100.000,- Maka mohon untuk mentransfer sebesar Rp 100.027,-. Angka ini untuk membedakan donasi yang masuk untuk kegiatan Proyek Percontohan Tanaman Buah Langka Kalimantan Program Peduli Jantung Borneo (PJB) dengan program yang lain. 
  6. Menginformasikan rencana adopsi pohon melalui Telp/WA 0822-5531-3036
Daftar jenis dan ketersediaan bibit tanaman buah Proyek Percontohan Tanaman Buah Langka Kalimantan Program Peduli Jantung Borneo (PJB).


No Kode Jenis Bibit (Nama Lokal) Nama Ilmiah Stok
1 A1 Tenggareng/maritam Nephelium ramboutan-ake ada
2 A2 Balangkasua/kenyem Lepisanthes alata ada
3 A3 Buah mentega/ bisbul Diospyros blancoi -
4 A4 Limpasu Baccaurea lanceolata ada
5 A5 Buah bakau/ katitiwar Aglaia sapindina ada
6 A6 Ketapi/Kecapi Sandoricum koeatjape ada
7 A7 Kasturi Mangifera kasturi ada
8 A8 Asam Pangi Mangifera pajang ada
9 A9 Asam Putar Mangifera torquenda ada
10 A10 Tanggu Lansium domesticum ssp ada
11 A11 Tangkuhis D. longan ssp var malesianus ada
12 A12 Durian Merah/ Lahung Durio dulcis -
13 A13 Pampaken Durio kutejensis ada
14 A14 Durian lokal Durio zibetinus ada
15 A15 Karantungan/ Durian krakup Durio oxleyanus -
16 A16 Umbing Baccaurea angulata -
17 A17 Salak hutan Eleiodoxa conferta ada
18 A18 Suli - ada
19 A19 Rambutan garuda Nephelium lapaceum ssp -
20 A20 Kumbayau/Kramu Dacroydes rostrata -
21 A21 Tarap Artocarpus odoratissimus -
22 A22 Cempedak lokal Artocarpus integer ada
23 A23 Jambu agung Syzygium malaccense ada
24 A24 Kapul Baccaurea macrocarpa ada




Bantu Donasi dengan Klik Ayo Patungan Bangun Taman Biodiversitas "Suluh Pambelum" agar tidak hanya berbagai jenis pohon buah lokal yang bisa dilestarikan tetapi juga berbagai fauna endemik serta dilindungi yang hidup di sekitar kawasan ini. 
Share:

Rabu, 20 November 2019

Buah Mata Kucing Yang Mulai Terasing

www.bambofoundation.org- Buah Tangkuhis atau dikenal juga dengan nama Mata Kucing (Malaysia), Ihau (Kalimantan Timur), Medaro (Sumatera) adalah tanaman dari suku lerak-lerakan (Sapindaceae) yang merupakan buah asli Asia Tenggara. Secara umum, rasa dan tekstur daging buah Tangkuhis atau mata kucing mirip dengan lengkeng karena memang merupakan spesies yang sama atau satu jenis. 
Budidaya Tangkuhis di Kalimantan
Bibit Tangkuhis Untuk Program Peduli Jantung Borneo (PJB)

Tangkuhis (Dimocarpus longan ssp. malesianus var malesianus) adalah sejenis lengkeng hutan yang secara umum dapat ditemukan di hutan-hutan Kalimantan (termasuk wilayah Malaysia). Sayangnya berbagai aktivitas alih fungsi hutan yang semakin masif  telah memberikan dampak bagi populasi Tangkuhis di alam liar. Sulitnya menemukan buah-buahan lokal termasuk Tangkuhis telah dirasakan oleh masyarakat sekitar hutan misalnya di Kabupaten Kapuas¹. 

Lengkeng Hutan Kalimantan
Buah Tangkuhis/ Mata Kucing (Dimocarpus longan ssp malesianus var malesianus)
Buah Tangkuhis yang secara umum hanya diperjualbelikan di pasar lokal dan hanya pada musim tertentu membuat tanaman ini belum cukup populer sehingga cenderung kalah dengan buah impor atau buah lain yang hampir tersedia sepanjang tahun. Selain itu kecendurungan masyarakat untuk lebih memilih mencari buah ini dihutan saat ketika musimnya tiba juga menjadi salah satu faktor belum banyaknya budidaya Mata Kucing khususnya di Kalimantan. 

Namun seiring waktu sulitnya menemukan buah yang punya cita rasa manis dan menyegarkan ini, serta mulai digaungkannya gerakan peduli buah-buahan lokal termasuk melalui program Peduli Jantung Borneo (PJB), masyarakat mulai tertarik untuk melakukan budidaya. Upaya budidaya buah lokal termasuk Tangkuhis dengan perbanyakan baik melalui biji, okulasi maupun cangkok bahkan telah dilakukan di beberapa tempat seperti Muara Teweh sejak beberapa tahun lalu². 

Pohon Tangkuhis terbilang besar, dengan tinggi dapat mencapai 40 meter dan diameter batang sekitar 1 meter. Daunnya rimbun dan merupakan daun majemuk dengan bentuk anak daun bulat memanjang. Umumnya berbunga setahun sekali, bunga terletak di ujung (flos terminalis) berbentuk payung menggarpu dengan warna kuning kecoklatan.  

Secara tekstur buah dan biji Tangkuhis tidak jauh berbeda dengan lengkeng, namun jika diamati pada bagian kulitnya akan terlihat perbedaan lebih jelas. Jika pada lengkeng kulitnya polos/ licin dan berwarna kuning-kecoklatan, maka kulit buah Tangkuhis memiliki semacam bintil atau tidak licin, warnanyapun berbeda yakni hijau-kekuningan. 

Barangkali belum banyak yang mengetahui kalau selain buahnya yang banyak digemari, ternyata tanaman Tangkuhis juga memiliki banyak manfaat lain. Batang pohonnya misalnya, cukup baik digunakan sebagai bahan bangunan atau perkakas rumah tangga. Tidak hanya itu biji, bunga, daun dan buahnya juga berpotensi untuk digunakan sebagai obat karena kandungan quercetin dan quercitrin nya. 

Quercetin adalah sejenis antioksidan flavonoid yang ditemukan dalam makanan nabati, termasuk sayuran hijau, tomat, buah beri, dan brokoli. Menurut sebuah studi makanan anti-peradangan yang mengandung quercetin dapat membantu mengelola sejumlah masalah kesehatan peradangan, termasuk penyakit jantung dan masalah pembuluh darah, alergi, infeksi, kelelahan kronis, dan gejala yang berkaitan dengan gangguan autoimun seperti radang sendi

Beberapa manfaat Quercetin antara lain ;
  1. Mengurangi peradangan
  2. Mencegah alergi
  3. Mendukung kesehatan jantung (mengurangi risiko aterosklerosis)
  4. Melawan kanker
  5. Meningkatkan daya tahan tubuh
  6. Menjaga kesehatan kulit
Tanaman Tangkuhis memang memiliki banyak potensi yang sayang untuk diabaikan. Segudang potensinya ini tentu hanya akan menjadi sebuah cerita jika spesies ini hilang atau punah, oleh karena itu sudah sepantasnya kita khususnya masyarakat asli Kalimantan memberikan perhatian lebih. Dengan maraknya penebangan hutan dan alih fungsi lahan, kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan alam, oleh karena itu perlu upaya budidaya dan perbanyakan. Tangkuhis dapat diperbanyak dengan cara  generatif ataupun vegetatif. Secara generatif dapat dilakukan dengan menyemai atau menanam bijinya. Sedangkan teknik vegetatif dapat dilakukan dengan mencangkok atau okulasi.

Bagi sahabat yang tertarik ikut dalam upaya konservasi tanaman buah Kalimantan bisa bergabung bersama kami. Caranya mudah yakni cukup dengan donasi Rp 50 ribu, kamu bisa menjadi pengasuh (adopter) pohon buah yang dikehendaki. Cara menjadi adopter dan jenis-jenis pohon buah yang bisa kamu adopsi bisa dilihat klik link halaman ini Adopsi Pohon Buah Kalimantan.

Mari Bersama Jaga Jantung Borneo Kita!

¹https://www.antaranews.com/berita/149651/buah-buahan-dari-hutan-kapuas-mulai-langka
²https://www.antaranews.com/berita/448038/tanaman-buah-langka-kalimantan-dibudidayakan-di-barito-utara
Share:

Facebook

Mengenai Saya

Foto saya
Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation) | NGO Bidang Pendidikan, Sosial dan Lingkungan | Desa Tumbang Baraoi, Petak Malai, Katingan Kalimantan Tengah- Indonesia 74459