Selasa, 26 April 2022

Mengenal Kerumbai Merah Endemik Kalimantan di Taman Suluh Pambelum

www.bambofoundation.org - Buah unik lainnya yang tumbuh secara alami di Taman Suluh Pambelum, Kecamatan Petak Malai, Kalimantan Tengah adalah "anggur mini" atau Sarcotheca macrophylla. Di kenal juga dengan nama lain kerumbai merah, buah tanaman dari famili  Oxalidaceae ini tampak meng"anggur" yaitu melekat pada tangkai buah secara bergerombol dari atas kebawah seperti untaian anggur.
kerumbai merah

Warna merah cerah dan ukurannya yang mini berasal dari bunga yang pernyerbukannya seringkali dibantu serangga khususnya serangga Trigona. Oleh karena itu bagi peternak Trigona tanaman ini bisa jadi alternatif sumber nektar bagi peliharaan mereka. 

Selain menjadi makanan beberapa hewan liar, seperti bajing, burung dan beberapa jenis hewan lainnya, Kerumbai merah juga kerap kali dikonsumsi oleh anak-anak sekitar sebagai panganan liar. Rasanya yang cenderung kecut membuat anak-anak sering mengkonsumsinya seperti rujak yakni dengan tambahan garam atau penyedap rasa. Buah-buah ini biasanya dikumpulkan saat mereka bermain dipinggiran hutan, bersama buah-buah hutan liar lainnya seperti Suli, rambusa, dan salak hutan. 

Selain pemanfaatan buah untuk konsumsi, dilansir dari laman https://repository.ipb.ac.id, buah ini juga dimanfaatkan untuk sampo khususnya bagi masyarakat daerah Kutai Barat. Selain itu, data tentang tumbuhan dan pemanfaatan secara luas masih sangat terbatas. 


Share:

Kamis, 21 April 2022

Pembangunan "Titian" Untuk Keperluan Akses Air

www.bambofoundation.org - Di kawasan yang kami bangun untuk areal taman biodiversitas Suluh Pambelum terdapat sejenis parit atau sungai kecil yang bermuara pada Sungai Baraoi. Namun sayangnya sungai ini relatif stagnan atau hanya mengalir jika ada hujan. Sebab sumber air dari hulunya sangat minim dan terdapat bekas material jembatan kecil/ gorong-gorong yang seolah menyekatnya sehingga pada keadaan normal seolah membendung aliran dan hanya akan dapat dilalui jika debitnya melimpah sehabis hujan atau ketika debit sungai induknya sedang tinggi. 

alternatif mendapatkan air

Karena lebih banyak stagnan air cenderung kurang jernih yang bisa jadi akibat akumulasi zat yang dikeluarkan oleh akar-akar tanaman atau sisa pembusukan bahan organik seperti kayu dan dedaunan.  Namun demikian air ini masih relatif layak dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari selain untuk konsumsi. 

Untuk Mendukung aktivitas di "Pondok Kerja" Taman Suluh Pambelum yang secara fisik boleh dikatakan hampir elesai, maka keperluan dasar seperti air adalah "PR" kami berikutnya. Umumnya suplai air di daerah ini bergantung pada air tanah atau menggunakan sumur bor. Akan tetapi pengadaan sumur bor ini memerlukan biaya sehingga masih belum memungkinkan untuk diaplikasikan. 

Dua keperluan dasar air yang paling urgent adalah untuk keperluan toilet dan penyiraman bibit buah yang telah ditanam. Meskipun saat ini sarana toilet masih diupayakan, namun keperluan air untuk penyiraman tanaman akan sangat penting terutama jika terjadi rangkaian hari tanpa hujan berturut-turut selama beberapa hari atau bahkan lebih sepekan. Tanpa penyiraman, bibit-bibit yang baru saja di tanam di mana kondisi akarnya masih dalam proses pertumbuhan akan kekeringan jika kekurangan air. Untuk itu pengadaan akses air ini "mutlak" dibutuhkan.

Peringatan jangan buang sampah

Kedepan sungai kecil ini juga direncanakan untuk dibersihkan dan dirapikan sehingga bisa menjadi nilai tambah bagi daya tarik dan keindahan Taman Suluh Pambelum. Untuk itu kami berharap agar seluruh masyarakat khususnya yang berada disekitar areal agar dapat sama-sama menjaga kebersihannya terutama dengan tidak membuang sampah ke sungai dan sekitarnya. 

Share:

Facebook

Mengenai Saya

Foto saya
Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation) | NGO Bidang Pendidikan, Sosial dan Lingkungan | Desa Tumbang Baraoi, Petak Malai, Katingan Kalimantan Tengah- Indonesia 74459