Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation) | NGO Bidang Pendidikan, Sosial dan Lingkungan | Desa Tumbang Baraoi, Petak Malai, Katingan Kalimantan Tengah - Indonesia 74459

Rabu, 20 November 2019

Buah Mata Kucing Yang Mulai Terasing

www.bambofoundation.org- Buah Tangkuhis atau dikenal juga dengan nama Mata Kucing (Malaysia), Ihau (Kalimantan Timur), Medaro (Sumatera) adalah tanaman dari suku lerak-lerakan (Sapindaceae) yang merupakan buah asli Asia Tenggara. Secara umum, rasa dan tekstur daging buah Tangkuhis atau mata kucing mirip dengan lengkeng karena memang merupakan spesies yang sama atau satu jenis. 
Budidaya Tangkuhis di Kalimantan
Bibit Tangkuhis Untuk Program Peduli Jantung Borneo (PJB)

Tangkuhis (Dimocarpus longan ssp. malesianus var malesianus) adalah sejenis lengkeng hutan yang secara umum dapat ditemukan di hutan-hutan Kalimantan (termasuk wilayah Malaysia). Sayangnya berbagai aktivitas alih fungsi hutan yang semakin masif  telah memberikan dampak bagi populasi Tangkuhis di alam liar. Sulitnya menemukan buah-buahan lokal termasuk Tangkuhis telah dirasakan oleh masyarakat sekitar hutan misalnya di Kabupaten Kapuas¹. 

Lengkeng Hutan Kalimantan
Buah Tangkuhis/ Mata Kucing (Dimocarpus longan ssp malesianus var malesianus)
Buah Tangkuhis yang secara umum hanya diperjualbelikan di pasar lokal dan hanya pada musim tertentu membuat tanaman ini belum cukup populer sehingga cenderung kalah dengan buah impor atau buah lain yang hampir tersedia sepanjang tahun. Selain itu kecendurungan masyarakat untuk lebih memilih mencari buah ini dihutan saat ketika musimnya tiba juga menjadi salah satu faktor belum banyaknya budidaya Mata Kucing khususnya di Kalimantan. 

Namun seiring waktu sulitnya menemukan buah yang punya cita rasa manis dan menyegarkan ini, serta mulai digaungkannya gerakan peduli buah-buahan lokal termasuk melalui program Peduli Jantung Borneo (PJB), masyarakat mulai tertarik untuk melakukan budidaya. Upaya budidaya buah lokal termasuk Tangkuhis dengan perbanyakan baik melalui biji, okulasi maupun cangkok bahkan telah dilakukan di beberapa tempat seperti Muara Teweh sejak beberapa tahun lalu². 

Pohon Tangkuhis terbilang besar, dengan tinggi dapat mencapai 40 meter dan diameter batang sekitar 1 meter. Daunnya rimbun dan merupakan daun majemuk dengan bentuk anak daun bulat memanjang. Umumnya berbunga setahun sekali, bunga terletak di ujung (flos terminalis) berbentuk payung menggarpu dengan warna kuning kecoklatan.  

Secara tekstur buah dan biji Tangkuhis tidak jauh berbeda dengan lengkeng, namun jika diamati pada bagian kulitnya akan terlihat perbedaan lebih jelas. Jika pada lengkeng kulitnya polos/ licin dan berwarna kuning-kecoklatan, maka kulit buah Tangkuhis memiliki semacam bintil atau tidak licin, warnanyapun berbeda yakni hijau-kekuningan. 

Barangkali belum banyak yang mengetahui kalau selain buahnya yang banyak digemari, ternyata tanaman Tangkuhis juga memiliki banyak manfaat lain. Batang pohonnya misalnya, cukup baik digunakan sebagai bahan bangunan atau perkakas rumah tangga. Tidak hanya itu biji, bunga, daun dan buahnya juga berpotensi untuk digunakan sebagai obat karena kandungan quercetin dan quercitrin nya. 

Quercetin adalah sejenis antioksidan flavonoid yang ditemukan dalam makanan nabati, termasuk sayuran hijau, tomat, buah beri, dan brokoli. Menurut sebuah studi makanan anti-peradangan yang mengandung quercetin dapat membantu mengelola sejumlah masalah kesehatan peradangan, termasuk penyakit jantung dan masalah pembuluh darah, alergi, infeksi, kelelahan kronis, dan gejala yang berkaitan dengan gangguan autoimun seperti radang sendi

Beberapa manfaat Quercetin antara lain ;
  1. Mengurangi peradangan
  2. Mencegah alergi
  3. Mendukung kesehatan jantung (mengurangi risiko aterosklerosis)
  4. Melawan kanker
  5. Meningkatkan daya tahan tubuh
  6. Menjaga kesehatan kulit
Tanaman Tangkuhis memang memiliki banyak potensi yang sayang untuk diabaikan. Segudang potensinya ini tentu hanya akan menjadi sebuah cerita jika spesies ini hilang atau punah, oleh karena itu sudah sepantasnya kita khususnya masyarakat asli Kalimantan memberikan perhatian lebih. Dengan maraknya penebangan hutan dan alih fungsi lahan, kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan alam, oleh karena itu perlu upaya budidaya dan perbanyakan. Tangkuhis dapat diperbanyak dengan cara  generatif ataupun vegetatif. Secara generatif dapat dilakukan dengan menyemai atau menanam bijinya. Sedangkan teknik vegetatif dapat dilakukan dengan mencangkok atau okulasi.

Bagi sahabat yang tertarik ikut dalam upaya konservasi tanaman buah Kalimantan bisa bergabung bersama kami. Caranya mudah yakni cukup dengan donasi Rp 50 ribu, kamu bisa menjadi pengasuh (adopter) pohon buah yang dikehendaki. Cara menjadi adopter dan jenis-jenis pohon buah yang bisa kamu adopsi bisa dilihat klik link halaman ini Adopsi Pohon Buah Kalimantan.

Mari Bersama Jaga Jantung Borneo Kita!

¹https://www.antaranews.com/berita/149651/buah-buahan-dari-hutan-kapuas-mulai-langka
²https://www.antaranews.com/berita/448038/tanaman-buah-langka-kalimantan-dibudidayakan-di-barito-utara
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Facebook

Mengenai Saya

Foto saya
Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation) | NGO Bidang Pendidikan, Sosial dan Lingkungan | Desa Tumbang Baraoi, Petak Malai, Katingan Kalimantan Tengah- Indonesia 74459