Senin, 29 Agustus 2022

Peserta Kemah Bakti 2022, Tanam Pohon di Taman Suluh Pambelum

www.bambofoundation.org - Kemah Bakti Literasi se Kecamatan Petak Malai tahun 2022 yang di gelar di area Camping Ground Taman Suluh Pambelum akhirnya sukses terselenggara. Acara tahunan Program Yayasan Bambo bidang Pendidikan ini dihelat selama tiga hari yakni Senin-Rabu (22-24 Agustus 2022) lalu dengan di ikuti empat tim perwakilan dari delapan perwakilan yang seharusnya hadir. 

Bibit Baccaurea macrocarpa

Selain berbagai agenda kegiatan perkemahan yang diadakan untuk mengasah kemampuan literasi, perkemahan ini juga mengusung kegiatan bakti sosial salah satunya yaitu tanam pohon. Pada kesempatan kali ini peserta perekemahan secara simbolis melakukan penanaman empat jenis tanaman di Taman Suluh Pambelum.

Bibit Buah Lokal Kalteng

Adapun jenis-jenis pohon yang ditanam adalah Durian merah (Durio dulcis), Kapul (Baccaurea macrocarpa), Mangga (Mangifera indica), dan Jambu biji (Psidium guajava). Beberapa diantara bibit ini merupakan hasil semai biji dan beberapa diantaranya hasil cangkok. 

Kegiatan menanam pohon sangat penting diperkenalkan dan dibiasakan dikalangan anak-anak sebagai generasi penerus. Karena saat ini negara kita boleh jadi tidak kekurangan orang pintar, namun semakin minim orang-orang yang sungguh-sungguh peduli terutama terhadal lingkungan. Sebagaimana pepatah lama "Tak kenal maka tak sayang", maka dengan memperkenalkan dunia kecintaan terhadap lingkungan salah satunya dengan menanam pohon diharapkan generasi-generasi masa depan ini akan memiliki kecintaan dan kepedulian terhadap alam. 

Tak dapat disangkal, fakta telah berbicara bahwa bumi kondisi bumi saat ini tidak sedang baik-baik saja. Pencemaran dan perubahan iklim akibat efek rumah kaca semakin mengkhawatirkan. Oleh karena itu, selain dengan upaya menekan gas emisi maka cara lain adalah dengan memperbanyak penyerap alami polutan itu sendiri yang tidak lain salah satunya adalah pohon-pohon dan tanaman hijau. Dengan demikian meski tidak dapat menghentikan sepenuhnya, setidaknya kita telah andil untuk mengurangi bahaya yang disebabkan oleh pemanasan global.


Share:

Sabtu, 25 Juni 2022

Manfaat dan Kandungan Artocarpus dadah

www.bambofoundation.org - Artocarpus merupakan marga (genus) tumbuhan yang setidaknya mencakup setidaknya 50 jenis (spesies). Walaupun tidak semuanya populer, pohon-pohon yang sebagian besar penghasil buah ini juga telah cukup dikenal di masyarakat. Jenis-jenis yang sudah umum terutama karena dimanfaatkan buahnya  antara lain Nangka (Artocarpus heterophyllus), Cempedak (Artocarpus integer), Sukun (Artocarpus altilis) dan Keledang (Artocarpus lanceifolius). 


Manfaat artocarpus dadah

Selain terkenal karena pada umumnya menghasilkan buah-buah yang edibel dengan rasa yang enak beberapa jenis tumbuhan dari Genus Artocarpus juga dikenal sebagai penghasil kayu yang berkualitas baik. Kayu-kayu ini banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti bahan bangunan dan perabot rumah tangga. 

Artocarpus dadah Miq. adalah salah satu dari marga Artocarpus yang memiliki beberapa kelebihan tidak hanya buahnya dapat dimakan dan kayunya berkualitas baik tetapi juga memiliki kandungan yang berpotensi sebagai promotor antitumor, antibakteri, antifungal, antiimflamatori, dan antikanker. 

Tanaman Artocarpus liar

Kendati buahnya berukuran kecil dan tidak dapat dibandingkan seperti halnya Sukun ataupun Nangka, akan tetapi tumbuhan ini merupakan sumber utama senyawa turunan fenolik yaitu senyawa flavon di atau tri-oksigenasi dan terisoprenilasi pada posisi C-3, dan juga dikenal sebagai sumber utama senyawa fenolik turunan flavonoid, aril-benzofuran, stilbenoid dan santon turunan flavonoida, yang memiliki aktivitas biologi sebagai promotor antitumor, antibakteri, antifungal, antiimflamatori, dan antikanker sbeagaimana dikutip dari Neliti.com maka potensi tanaman ini tentu tidak boleh diabaikan. 

Jenis  Artocarpus

Sebagaimana kebanyakan Artocarpus lainnya, Artocarpus dadah juga merupakan tanaman pohon lebat yang dapat tumbuh setinggi hingga 35 m, dengan ranting-ranting yang tertutup rapat dengan rambut pendek, kekuningan hingga coklat kemerahan. Buahnya berkulit halus, agak bulat atau lonjong, sewaktu muda berwarna hijau pucat dan berubah kekuningan ketika matang,  lebar buah 2,5-8,9 cm.  Daging buah berwarna merah muda  dengan bagian tengah berwarna lebih pucat dan bergetah.

Persebaran Artocarpus dadah meliputi Myanmar, Thailand, Sumatra, Semenanjung Malaysia, Singapura, dan Kalimantan.



Share:

Selasa, 14 Juni 2022

Persiapan Area Apotik Hidup Taman Biodiversitas Suluh Pambelum

www.bambofoundation.org - Tidak disangkal kawasan yang saat ini terus dirintis agar dapat memenuhi unsur-unsur sehingga layak membuatnya disebut kawasan Taman Biodiversitas memang masih jauh dari luasan minimum yang dibutuhkan. Dengan areal yang relatif sempit ini tentu saja membuat perencanaannya menjadi tidak mudah. Di satu sisi sesuai namanya taman biodiversitas menuntut keberagaman, padahal faktanya semakin tinggi keberagaman yang diinginkan maka semakin besar pula Space  yang harus disediakan. 

Apotik Hidup Taman Suluh Pambelum

Upaya mengumpulkan spesimen hidup untuk melengkapi keberagaman khususnya tanaman yang memiliki potensi besar dan tingkat ancaman yang tinggi di habitatnya juga tidak bisa dikatakan  mudah, namun jika dibandingkan upaya perluasan areal yang jelas berhubungan langsung dengan pendanaan tanpa adanya bantuan pihak ketiga benar-benar seperti "pungguk merindukan bulan". 
Apotik Hidup di Katingan

Kendati demikian tentu saja Yayasan Baraoi Mutiara Borneo tidak berpangku tangan. Ibarat pepatah "Proses tidak akan mengkhianati hasil", yayasan bersama relawan tetap senantiasa bekerja dan memberikan buah pikiran sebaik mungkin untuk mendukung upaya konservasi yang tujuannya tidak lain adalah untuk kemaslahatan umat manusia itu sendiri.

Beberapa waktu lalu, yayasan bersama relawan mengadakan giat bakti membersihkan lahan di sekitar area penanaman pohon buah lokal. Area yang tidak seberapa luas ini merupakan tanah kosong yang hanya ditumbuhi semak belukar. Ke depan rencannya lahan yang sedikit ini akan diperuntukan untuk menanam berbagai tumbuhan berkhasiat obat baik yang sudah cukup umum maupun tanaman yang berasal dari daerah sekitar.  

Sebagaimana diketahui Kecamatan Petak Malai lokasi Taman Biodiversitas Suluh Pambelum berada merupakan daerah yang mana sebagian penduduknya masih menggunakan bahan-bahan obat tradisional di antaranya yang sudah dikenal antara lain Pasak Bumi, Saluang Belum dan Ginseng. 

Ironisnya, tanaman berkhasiat obat yang dulu dapat dengan mudah mereka jumpai hanya dengan berjalan kaki beberapa langkah di belakang rumah kini sudah semakin sulit ditemui. Setidaknya mereka harus pergi ke hutan di sekitar desa atau ke desa tetangga untuk mendapatkannya. Tak heran, karena semakin sulitnya menemukan tanaman yang dimaksud ditambah lagi dengan semakin berkembangnya obat-obatan pabrikan hanya para tetua yang mengenal dan masih memanfaatkannya. Sedangkan bagi generasi muda, yang mengenalnya saja sudah dapat dihitung dengan jari lebih-lebih menggunakannnya. 

Oleh karena itu diharapkan dengan adanya area Apotik Hidup ini nantinya selain dapat berfungsi sebagai upaya konservasi juga dapat menjadi sarana edukasi untuk memperkenalkan kembali tanaman obat-obat tradisional khususnya kalangan remaja. Dengan demikian di masa mendatang tidak mustahil jika penggunaan tanaman obat tradisional yang diyakini jauh lebih ramah bagi tubuh ini akan kembali meningkat. 

Share:

Minggu, 12 Juni 2022

Alih Fungsi Lahan Ancam Puyuh Sengayan

www.bambofoundation.org - Tidak banyak yang tahu bahwa di lantai hutan tropis dataran rendah dan perbukitan Kalimantan termasuk di sekitar  area Taman Biodiversitas Suluh Pambelum Kecamatan Petak Malai, Kab. Katingan Kalimantan Tengah terdapat spesies burung eksotis yang memesona. Masyarakat setempat menamainya burung "Siau" yang secara umum dikenal dengan Burung Puyuh Sengayan. 

Puyuh Sengayan
Burung Puyuh Sengayan (Jantan)

Puyuh Sengayan atau Puyuh Jambul dengan lama ilmiah Rollulus rouloul merupakan sejenis burung puyuh kecil dengan panjang dapat mencapai 25 cm. Ciri khas yang dapat dikenali dari hewan ini adalah adanya kulit berwarna kemerahan di sekitar mata dan adanya jambul atau bulu tegak di atas kepalanya. Burung jantan memiliki warna biru-keunguan mengkilap, paruh berwarna hitam-merah, dan dahi berwarna putih, serta jambul yang berdiri tegak seperti sikat. Sedangkan yang betina kepala dan jambul pendek berwarna abu-abu, sayap kecokelatan dan bulu berwarna hijau serta berukuran lebih kecil dibandingkan jantan.

Walaupun tergolong bangsa Aves, jenis burung ini lebih banyak menghabiskan waktunya di lantai hutan untuk mencari makan. Selain memakan biji-bijian termasuk padi, ia juga memakan beberapa jenis buah yang jatuh di tanah dan beberapa jenis hewan kecil. Burung Siau tersebar di Asia Tenggara meliputi Thailand, Mayanmar, Semenanjung Melayu, Sumatera dan Kalimantan. 

Salah satu sifat uniknya burung ini adalah ia termasuk hewan yang cenderung untuk bersikap setia pada pasangannya (monogami). Meski dalam berkembang biak betina dapat menghasilkan sekitar 5 butir telur, namun maraknya alih fungsi hutan untuk berbagai kepentingan manusia perlahan namun pasti semakin mengancam populasi spesies ini. 

Sifat monogami barangkali juga menjadi perihal penyebab semakin cepatnya penurunan Puyuh Sengayan, karena bagaimanapun menangkap salah satu pasangan akan berdampak bagi salah satu yang lainnya karena sifat mereka yang hidup dan kawin hanya dengan satu pasangan tetap.

Puyuh Sengayan dievaluasikan sebagai berisiko hampir terancam di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendix III. Appendix III merupakan lampiran yang memuat daftar spesies tumbuhan dan satwa liar yang telah dilindungi di suatu negara tertentu dalam batas-batas kawasan habitatnya, dan memberikan pilihan (option) bagi negara-negara anggota CITES bila suatu saat akan dipertimbangkan untuk dimasukkan ke Appendix II, bahkan mungkin ke Appendix I.



Share:

Selasa, 26 April 2022

Mengenal Kerumbai Merah Endemik Kalimantan di Taman Suluh Pambelum

www.bambofoundation.org - Buah unik lainnya yang tumbuh secara alami di Taman Suluh Pambelum, Kecamatan Petak Malai, Kalimantan Tengah adalah "anggur mini" atau Sarcotheca macrophylla. Di kenal juga dengan nama lain kerumbai merah, buah tanaman dari famili  Oxalidaceae ini tampak meng"anggur" yaitu melekat pada tangkai buah secara bergerombol dari atas kebawah seperti untaian anggur.
kerumbai merah

Warna merah cerah dan ukurannya yang mini berasal dari bunga yang pernyerbukannya seringkali dibantu serangga khususnya serangga Trigona. Oleh karena itu bagi peternak Trigona tanaman ini bisa jadi alternatif sumber nektar bagi peliharaan mereka. 

Selain menjadi makanan beberapa hewan liar, seperti bajing, burung dan beberapa jenis hewan lainnya, Kerumbai merah juga kerap kali dikonsumsi oleh anak-anak sekitar sebagai panganan liar. Rasanya yang cenderung kecut membuat anak-anak sering mengkonsumsinya seperti rujak yakni dengan tambahan garam atau penyedap rasa. Buah-buah ini biasanya dikumpulkan saat mereka bermain dipinggiran hutan, bersama buah-buah hutan liar lainnya seperti Suli, rambusa, dan salak hutan. 

Selain pemanfaatan buah untuk konsumsi, dilansir dari laman https://repository.ipb.ac.id, buah ini juga dimanfaatkan untuk sampo khususnya bagi masyarakat daerah Kutai Barat. Selain itu, data tentang tumbuhan dan pemanfaatan secara luas masih sangat terbatas. 


Share:

Facebook

Mengenai Saya

Foto saya
Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation) | NGO Bidang Pendidikan, Sosial dan Lingkungan | Desa Tumbang Baraoi, Petak Malai, Katingan Kalimantan Tengah- Indonesia 74459

Artikel Terbaru

Ayo Patungan Bangun Taman Biodiversitas Suluh Pambelum

www.bambofoundation.org - Perlahan tetapi pasti sejak tahun 2019 lalu Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation) sedikit demi sedikit ...