Minggu, 07 November 2021

Workshop Karya Tulis Ilmiah Kecamatan Petak Malai

www.bambofoundation.org – Kegiatan Workshop Karya Tulis Ilmiah  (KTI) yang digelar Bapelitbang Kabupaten Katingan 4-5 November 2021 di Aula Merah Putih, Desa Tumbang Baraoi disambut antusias. 

Workshop Karya Tulis Ilmiah Petak Malai

Di buka oleh Camat Petak Malai, acara yang di ikuti oleh puluhan ASN, perwakilan masyarakat dan siswa-siswi Sekolah Menengah ini berjalan dengan tertib dan lancar. 

Menghadirkan narasasumber Widyaswara BPSDM  Prov Kalteng, peserta berhasil mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru seputar penulisan Karya Tulis Ilmiah yang dapat berbentuk laporan, makalah, prosiding, kertas kerja, skripsi, tesis dan disertasi. 

DR Stepanus, S. Hut, M. Pd (Widyaswara BPDSM Prov Kalteng) sukses mengubah mindset para peserta yang selama ini beranggapan penulisan KTI yang rumit menjadi simpel. Menurutnya untuk dapat menjadi penulis yang terpenting adalah kemauan. Untuk menyusun sebuah KTI yang terpenting adalah menentukan tema, kemudian mulai menulis tidak usah terpaku pada berbagai aturan atau sistematika, karena itu akan membuat banyak calon penulis patah arang alias mundur sebelum berperang.

“Sistematika atau kaidah penulisan memang penting, tetapi jangan sampai karena ketidaktahuan menghalangi niat kita untuk menulis. Jadi mulailah menulis ide-ide dan gagasan tanpa takut salah, lalu kembangkankanlah menjadi sebuah outline”, ujarnya saat memaparkan materi. 

Perbedaan workshop dengan seminar-seminar biasa adalah adanya hasil atau produk yang dihasilkan setelah kegiatan, sedangkan pada seminar hanya sebatas penyampaian materi tertentu. Untuk itu panitia kegiatan telah menyiapkan 6 trofi untuk 6 karya tulis ilmiah terbaik yang akan dinilai pada hari kedua kegiatan. 

Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation) yang juga tidak mau ketinggalan berhasil merangkumkan dua KTI  untuk diserahkan dan dinilai pada hari terakhir kegiatan.  Dua tema yang diangkat adalah tentang Konservasi dengan Judul “Upaya Konservasi Buah Lokal Khas Kalimantan Tengah di Taman Biodiversitas Suluh Pambelum” dan tentang Literasi dengan Judul “Pemanfaatan Kantong Buku untuk meningkatkan kemampuan literasi anak di Hulu Sungai Samba”. Dua tema dipilih dari dua program Bambo Foundation yakni Peduli Jantung Borneo  dan Taman Baca Baraoi yang telah dilaksanakan sejak tahun 2016 dan berlangsung hingga sekarang. 

Kendati menurut informasi Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang terpilih dan lolos seleksi akan dimuat pada buletin Bapelitbang Kabupaten Katingan, tujuan utama Bambo Foundation mengikuti kegiatan workshop ini sejatinya adalah untuk menggali pengetahuan seputar penulisan KTI, sehingga Bambo Foundation dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat terutama melalui tulisan-tulisan khususnya Karya Tulis Ilmiah. 

Disampaikan oleh tim juri, Kecamatan Petak Malai adalah kecamatan pertama dari 12 kecamatan  yang telah menyelanggarakan workshop KTI dari total 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Katingan, di mana seluruh hasil karya tulis pesertanya telah memenuhi aspek Karya Tulis Ilmiah. Fakta ini adalah sebuah prestasi sekaligus membuktikan bahwa persaingan untuk meraih predikat 6  Karya Tulis Ilmiah terbaik di antara peserta workshop Kecamatan Petak Malai cukup ketat. 

Alhamdulillah dari dua judul yang dikirimkan Bambo Foundation, KTI dengan judul “Upaya Konservasi Buah Lokal Khas Kalimantan Tengah di Taman Biodiversitas Suluh Pambelum” berhasil mendapatkan predikat ke 3. Tentu saja berdasarkan review singkat juri, KTI ini masih perlu banyak perbaikan dan penguatan. Semoga raihan ini dapat menjadi semangat dan motivasi untuk dapat menghasilkan karya-karya tulis ilmiah lainnya di masa mendatang.


Share:

Facebook

Mengenai Saya

Foto saya
Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation) | NGO Bidang Pendidikan, Sosial dan Lingkungan | Desa Tumbang Baraoi, Petak Malai, Katingan Kalimantan Tengah- Indonesia 74459