Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation) | NGO Bidang Pendidikan, Sosial dan Lingkungan | Desa Tumbang Baraoi, Petak Malai, Katingan Kalimantan Tengah - Indonesia 74459

Rabu, 05 Mei 2021

Ayo Patungan Bangun Taman Biodiversitas Suluh Pambelum

www.bambofoundation.org - Perlahan tetapi pasti sejak tahun 2019 lalu Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation) sedikit demi sedikit  membebaskan lahan masyarakat untuk melestarikan buah lokal yang terancam punah. Pada awalnya areal seluas 0,25 Ha ini akan diarahkan menjadi kebun buah lokal, namun dengan berbagai pertimbangan termasuk dengan ditemukanya fakta bahwa ada beberapa jenis hewan endemik dan dilindungi disekitar kawasan maka diputuskan untuk mengembangkannya menjadi  Taman Biodiversitas. 

Taman Biodiversitas atau taman keanekaragaman hayati (Kehati) memiliki beberapa fungsi antara lain tempat pelestarian tumbuhan lokal, sarana rekreasi, tempat edukasi, sumber genetik tumbuhan lokal, ruang terbuka hijau dan tutupan vegetasi. Saat ini sudah ada ratusan bibit buah termasuk beberapa jenis buah langka yang ditanam di kawasan ini. 

Sayangnya biaya untuk membangun sebuah taman biodiversitas tidaklah sedikit bahkan untuk yang sangat sederhana sekalipun. Untuk itu kami mengajak seluruh lapisan masyarakat, siapapun dan dengan latar belakang apapun untuk turut bergabung Ayo Patungan Bangun Taman Biodiversitas yang kami beri nama "Suluh Pambelum" atau "Tunas Kehidupan". 

Kami telah meluncurkan sebuah laman penggalangan dana di situs Kitabisa.com/suluhpambelum. Bagi sahabat sekalian yang belum pernah melakukan donasi di situs ini berikut tutorial atau panduannya. 

1. Klik halaman penggalangan dana www.kitabisa.com/suluhpambelum. Link tersebut akan mengarah pada halaman penggalangan dana dengan judul " Bantu Bangun Taman Biodiversitas "Suluh Pambelum" kemudian klik tombol berwarna merah muda dengan tulisan donasi sekarang.

Cara donasi Bangun Taman Biodiversitas

2. Langkah berikutnya adalah memasukan nominal donasi. Untuk donasi melalui situs atau laman ini nilai minimum atau paling sedikit adalah Rp 10.000,- namun jika melalui aplikasi maka nominal paling rendah untuk donasi adalah Rp 1.000,-. Nominal ini masih bisa dikoreksi atau diedit di halaman selanjutnya.
Cara donasi lingkungan

3. Pilih metode pembayaran. Ada banyak jenis metode atau alternatif pilihan pembayaran donasi, Misalnya pembayaran instan menggunakan e wallet seperti gopay, dompet kebaikan kitabisa, DANA, ShopePay, Linkaja, dan Jenius Pay. Alternatif lain adalah mentransfer ke akun virtual berbagai jenis bank antara lain BCA, MANDIRI, BNI, BRI dan BSI. Pilihan lainnya juga bisa langsung transfer bank atau menggunakan kartu kredit.  Untuk memilih metode pembayaran  klik pada salah satu yang anda inginkan. Untuk contoh panduan donasi kali ini kami akan menggunakan virtual akun BRI. 

Panduan terbaru donasi kitabisa.com

Cara bayar donasi kitabisa.com

cara Berdonasi bidang lingkungan

4. Setelah memilih metode pembayaran maka halaman selanjutnya adalah mengisi nominal donasi. Nominal nominasi akan secara otomatis terisi nilai yang anda pilih pada langkah dua, jika ingin dirubah cukup arahkan pada kolom nominal dan hapus lalu ganti dengan nominal yang baru, jika tidak maka bisa langsung mengisi nama di kolom Nama lengkap dan Nomor HP di Nomor Ponsel atau Email. Klik di sebelah kanan tulisan "sembunyian nama saya" jika ingin berdonasi sebagai anonim (tanpa nama). Anda juga bisa menuliskan doa atau harapan kepada penggalang dana tau anda sendiri di kolom terakhir sebelum lanjut pembayaran.

Cara donasi kitabisa.com

5. Segera anda akan masuk ke halaman instruksi pembayaran serta nomor akun bank virtual  (pada tutorial ini sebelumnya  memilih metode pembayaran menggunakan virtual akun bank BRI). Jika masih belum yakin dan bingung, maka bisa klik salah satu dari tiga panduan pembayaran. 

Membantu penggalangan dana di kitabisa.com
6. Misalnya jika ingin melakukan pembayaran menggunakan BRI Mobile Banking maka caranya dapat dilihat seperti di gambar berikut. 
Cara donasi kitabisa.com pakai BRI

Jangan ragu untuk berdonasi meski hanya Rp 1.000,- , karena bagi kami tidak ada nominal yang terlalu sedikit untuk ikut Patungan Bangun Taman Biodiversitas "Suluh Pambelum". 

Donasi secara langsung juga bisa dikirimkan ke rek BRI 7128-01-013147-53-3 a.n YAYASAN BARAOI MUTIARA BORNEO (mohon kesediaanya untuk konfirmasi nama dan nominal transfer ke 082255313036). 

Kami juga mohon dengan hormat bagi Bapak/ Ibu atau sahabat sekalian yang bekerja atau memimpin sebuah instansi dan dapat membantu tetapi memerlukan proposal atau usulan agar berkenan menghubungi kami melalui Tlp/ WA : 0822 5531 3036 - Muhammad Jumani atau 0822 5150 6889 - Eko Ardinatha.



Share:

Minggu, 07 Februari 2021

Tanam tiga dari empat varietas rambutan asal kalimantan

www.bambofoundation.org - Perlahan dan pantang menyerah, upaya mewujudkan mimpi memiliki kebun buah dan tanaman langka khususnya yang tumbuh di Kalimantan terus dilakukan. Mengawali tahun 2021, Bambo Foundation melalui program Peduli Jantung Borneo (PJB) mendapatkan berkah dengan hadirnya kurang lebih 45 bibit rambutan hasil cangkok yang siap tanam di lahan baru sekaligus menyulam bibit yang mati pada kegiatan penanaman sebelumnya. 

Empat Varietas rambutan kalimantan

Tidak hanya rambutan, ada jambu kristal, sawo, durian, jambu bol, dan lengkeng yang jika ditotal jumlahnya sekitar 70-an.  Bibit-bibit ini dipesan dari penjual bibit keliling yang berasal dari kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Adalah Iwan penjual bibit yang sudah sekian tahun menjajakan berbagai bibit buah hasil perbanyakan vegetatif baik cangkok, okulasi, ataupun sambung pucuk di area Kasongan, Tumbang Samba, Hingga Tumbang Senamang. 

Tidak main-main, perjalanan panjang Iwan dari Kapuas menuju Desa Tumbang Baraoi sendiri membutuhkan waktu kurang lebih tiga hari dengan menempuh jarak lebih dari 300 km. Iwan bercerita, Ia harus beberapa kali singgah dan menginap karena cuaca yang kurang bersahabat di musim penghujan. Namun tuturnya musim seperti ini tidak sepenuhnya berdampak negatif sebab penjualan bibit buah cenderung lebih tinggi di musim penghujan dibanding pada musim kemarau. 

Bibit buah yang paling laris manis dibeli masyarakat ungkapnya adalah jenis rambutan. Iwan membawa tiga dari empat varietas rambutan unggul asal Kalimantan Selatan yang sudah mendapat pengakuan yakni "Si Batuk Ganal" atau biasa dikenal Rambutan Batuk, Rambutan Garuda dan Rambutan Antalagi. Harganya bervariasi, untuk pengantaran sampai di Desa Tumbang Baraoi misalnya, harga bibit rambutan berkisar Rp 25 ribu - Rp 35 ribu. Sedangkan bibit yang lain semisal lengkeng, dan jambu kristal di kisaran Rp 70 ribu, dan yang termahal bibit durian di kisaran Rp 100-150 ribu tergantung jenis atau varietasnya. 

Rambutan Antalagi adalah yang paling banyak di antara bibit hasil cangkok yang kami borong, di ikuti varietas Batuk dan terakhir Garuda yang hanya tersisa sekitar enam tanaman. Keputusan untuk membeli seluruh bibit rambutan ini karena beberapa pertimbangan di antaranya perawatan yang relatif lebih mudah, daya adaptif yang tinggi, serta harganya yang relatif terjangkau. 

Sebagaimana diungkapkan oleh BMKG pada Oktober 2020 lalu, diprediksi hingga Mei 2021 Indonesia akan mendapatkan pengaruh fenomena La Nina, di mana Indonesia akan mengalami "kemarau basah" yakni meningkatnya curah hujan yang dapat mencapai 40% dari biasanya. Anomali ini memang harus diwaspadai karena untuk beberapa wilayah rawan bencana banjir dan longsong, namun fenomena ini juga memiliki sisi positif yakni dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan upaya perluasan pertanian khususnya untuk daerah kering. Ayo manfaatkan momen ini untuk menanam pohon #1day1tree 


Share:

Sabtu, 05 Desember 2020

Kembali Tanam Puluhan Buah Lokal di Hari Tanam Pohon

www.bambofoundation.org- Yayasan Baraoi Mutiara Borneo atau yang biasa disingkat Bambo Foundation bersama relawan kembali menanam puluhan bibit buah lokal di Lokasi Miniatur Kebun Buah dan Tumbuhan Langka, Jl. Batu Tumbung Desa Tumbang Baraoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan Sabtu 28 November 2020.

Hari tanam pohon 2020


Peduli Jantung Borneo


Kegiatan yayasan baraoi mutiara borneo

Masih dilokasi yang sama, kegiatan tanam pohon ini merupakan yang kedua kalinya setelah penanam pertama yang dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan Kemah Bakti Literasi, Agustus 2019 lalu. 

Tanam pohon katingan

Puluhan buah-buahan lokal yang ditanam beberapa di antaranya sudah terbilang langka dan sulit di jumpai. Jenis-jenis buah lokal yang ditanam kesemuanya merupakan hasil pembibitan sendiri yang berasal dari semai biji. Adapun untuk mendapatkan biji buah-buahan ini Bambo Foundation tidak hanya mengumpulkan  dari desa Tumbang Baraoi saja  tetapi juga dari desa-desa lain di wilayah Petak Malai seperti desa Tumbang Jala, Batu Tukan dan Dusun Tumbang Papi. 

cara jadi relan kegiatan lingkungan

kebun buah di katingan

Spesies tumbuhan lokal tersebut antara lain Durian (Durio zibethinus), Paken (Durio kutejensis), Durian Kerai/ Durian Gundul (Durio sp), Belimbing Darah/ Umbing (Baccaurea angulata), Asam Pangi (Mangifera pajang), Asam putar (Mangifera torquenda), Kapul (Baccaurea macrocarpa), Buah Bahkau (Aglaia sp), Tenggaring/ maritam (Nephelium ramboutan-ake), Siwau (Nephelium sp),  serta beberapa buah-buahan umum seperti Manggis, Langsat, Jambu Biji, Mangga, Kweni, Cempedak dan Rambutan. 

kegiatan peduli jantung borneo

jenis buah langka di katingan

Meski jumlahnya tidak seberapa, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bagi seluruh lapisan masyarakat khususnya generasi muda untuk dapat turut andil dan berkontribusi aktif dalam upaya pelestarian lingkungan. 

Share:

Sabtu, 19 Oktober 2019

Bambo Foundation Siapkan Lahan Percontohan Tanaman Buah Langka Kalimantan

www.bambofoundation.org - Upaya serius Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation) untuk mewujudkan pilot project percontohan Tanaman Buah Langka Kalimantan  (Peta Bulak) yang merupakan bagian dari program Peduli Jantung Borneo (PJB) mulai mendapat angin segar. Impian tersebut semakin dekat dengan kenyataan setelah salah seorang warga bersedia lahannya dialihfungsikan menjadi lokasi percontohan.


Sahabat Alam Borneo
Aksi Tanam Pohon 26 Agustus 2019 di Lahan Pilot Project Percontohan Tanaman Buah Langka Kalimantan
Di Desa Tumbang Baraoi, Kecamatan Petak Malai, Kabupaten Katingan-Kalimantan Tengah

Terletak di Desa Tumbang Baraoi, Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, luas lahan yang memang tidak seberapa yakni diperkirakan hanya sekitar 4.500 m² dengan kesepakatan biaya pembebasan lahan sebesar Rp 2.500 rupiah/m² atau jika ditotal kurang lebih Rp 11.250.000,- (Sebelas Juta Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah).
Peduli Jantung Borneo Bambo Foundation
Aksi Tanam Pohon 26 Agustus 2019 di Lahan Pilot Project Percontohan Tanaman Buah Langka Kalimantan
Di Desa Tumbang Baraoi, Kecamatan Petak Malai, Kabupaten Katingan-Kalimantan Tengah
Tanggal 26 Agustus 2019 lalu, bertepatan dengan aksi sosial tanam pohon kegiatan Kemah Bakti Literasi, sekitar 50 bibit telah ditanam di lokasi percontohan ini. Beberapa bibit pohon buah yang ditanam tersebut antara lain Tangkuhis (Dimocarpus longan subsp malesianus var malesianus), Tenggareng (Nephelium ramboutan-ake), Asam putar (Mangifera turqoenda), Asam pangi (Mangifera pajang), Kecapi (Sandoricum koetjape), Balangkasua (Lepisanthes alata), Bisbul (Diospyros blancoi), Tanggu (Lansium domesticum), Pampaken (Duri kutejensis) dan Durian merah (Durio dulcis).

Tentu saja aksi tanam tersebut hanyalah langkah awal dalam merealisasikan Program PJB Percontohan Tanaman Buah Langka Kalimantan. Lahan yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari Kantor Kecamatan ini diharapkan setidaknya memiliki koleksi 1.000 tanaman buah langka yang tumbuh dan dapat di jumpai di Kalimantan.

Bagi sahabat yang tertarik ikut dalam upaya konservasi tanaman buah Kalimantan termasuk Asam Pangi (Mangifera Pajang) bisa bergabung bersama kami. Caranya mudah yakni cukup dengan donasi Rp 50 ribu, kamu bisa menjadi pengasuh (adopter) pohon buah yang dikehendaki. Cara menjadi adopter dan jenis-jenis pohon buah yang bisa kamu adopsi bisa dilihat klik link halaman ini Adopsi Pohon Buah Kalimantan.

Mari Bersama Jaga Jantung Borneo Kita!

Share:

Jumat, 16 Agustus 2019

Program Peduli Jantung Borneo (PJB)

www.bambofoundation.org - Sebagai salah satu provinsi yang mendapat julukan paru-paru dunia, Kalimantan Tengah tidaklah luput dari laju deforestasi hutan yang seakan terus meroket tak terkendali. Kegiatan eksploitasi dan beragam aktivitas manusia adalah faktor kunci penyebab hilangnya hutan yang begitu cepat dalam beberapa dekade terakhir. Aktivitas yang dimaksud tidak hanya semata karena tuntutan kebutuhan akan sandang, pangan dan papan manusia itu sendiri tetapi juga karena faktor kelalaian seperti kebakaran lahan, kesalahan pengelolaan, dan kurangnya edukasi terhadap masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan. 


Hutan katingan
Hutan Hujan di Kalimantan
Mengutip laman situs web Dishut Kalteng (www.dishut.kalteng.go.id), data yang dikeluarkan oleh Badan Planologi (BAPLAN) Departemen Kehutanan tahun 2000 menyebutkan total luasan areal kerja HPH dan eks. HPH di Kalimantan Tengah pada Hutan Produksi (HP dan HPT) seluruhnya mencakup luasan 7.587.411 Ha. Berdasarkan data ini ternyata luasan lahan kritis lebih besar jika dibandingkan dengan luas hutan primer. Adapun Luasan Hutan Primer (Virgin Forest) hanya tersisa sekitar 1.828.972 Ha, sedangkan kawasan hutan bekas tebangan atau Logged Over Area (LOA) dan lahan kritis termasuk konversi untuk kepentingan non kehutanan totalnya mencapai 5.758.439 Ha. 

Anggrek Kalteng Cantik
Dendrobium Hosei, Salah Satu Anggrek Spesies Eksotis dari Katingan, Kalteng 
Hutan adalah habitat bagi beragam  satwa dan flora. Rusaknya hutan tidak hanya akan mengancam nasib ratusan atau bahkan ribuan spesies flora dan fauna yang ada di sana tetapi juga bencana bagi masyarakat tidak hanya yang tinggal disekitarnya tetapi juga diseluruh dunia. Hutan dan beragam tumbuhan yang ada di dalamnya turut andil menjadi penyumbang oksigen salah satu elemen terpenting dan sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup dalam bernafas. Dengan sedemikian penting dan vitalnya fungsi hutan yang di analogikan layaknya peranan jantung pada manusia, maka sudah sepantasnya kita menaruh perhatian lebih terhadap hutan khususnya yang ada di Pulau Kalimantan. 

Sejalan dengan salah satu maksud dan tujuan pendirian Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation)  yang tertuang dalam pasal 3 ayat 2 poin c yakni melestarikan lingkungan hidup,  serta sebagai bentuk bakti terhadap negeri maka mulai tahun ini Bambo Foundation akan meluncurkan satu program lagi yaitu Peduli Jantung Borneo (PJB). 

Peduli Jantung Borneo (PJB) adalah program yang akan mengusung tema-tema konservasi dan pelestarian alam khususunya di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Adapun dua sub program yang akan menjadi pilot project PJB adalah Konservasi Anggrek Spesies serta Pohon dan Buah Langka yang ada di Kalimantan. Dua project ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih terutama meminimalisir dampak kerusakan hutan terutama bagi anggrek spesies dan pohon buah langka yang ada di tanah Borneo. 

Bagi sahabat yang tertarik ikut dalam upaya konservasi/ pelestarian tanaman buah Kalimantan bisa bergabung bersama kami. Caranya mudah yakni cukup dengan donasi Rp 50 ribu, kamu bisa menjadi pengasuh (adopter) pohon buah yang dikehendaki. Cara menjadi adopter dan jenis-jenis pohon buah yang bisa kamu adopsi bisa dilihat klik link halaman ini Adopsi Pohon Buah Kalimantan.

Mari Bersama Jaga Jantung Borneo Kita!

Share:

Facebook

Mengenai Saya

Foto saya
Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation) | NGO Bidang Pendidikan, Sosial dan Lingkungan | Desa Tumbang Baraoi, Petak Malai, Katingan Kalimantan Tengah- Indonesia 74459