Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation) | NGO Bidang Pendidikan, Sosial dan Lingkungan | Desa Tumbang Baraoi, Petak Malai, Katingan Kalimantan Tengah - Indonesia 74459

Minggu, 16 Agustus 2020

Mengenal Kalajengking Kayu Kerdil Liocheles australasiae

Bambo Foundation - Berbicara flora dan fauna Borneo memang tidak pernah habisnya, karena demikian banyaknya tidak sedikit hewan atau tumbuhan yang sebenarnya ada disekitar namun tidak atau belum kita ketahui. Nah untuk menambah wawasan dan pengetahuan sehingga kita bisa lebih bijak dan peduli akan kelestarian lingkungan, kali ini kami akan mengajak kalian berkenalan dengan salah satu hewan yang tergolong kelas Arachnida dari bangsa Scorpiones atau kalajengking.

Makanan kalajengking di alam
Gambar Kalajengking Kayu Kerdil (Liocheles australasiae)
Jenis kelejengking yang hidup di bumi diperkirakan setidaknya ada 2000 jenis. Sekitar 30-40 jenis memiliki racun yang dapat membunuh manusia. Racun kalajengking pada umumnya tergolong racun saraf atau neurotoxin walaupun ada juga yang bersifat sitoksik atau racun sel. Fungsi racun ini umumnya adalah untuk melumpuhkan mangsanya agar mudah "dimakan". 

Di antara ribuan jenis kalajengking, salah satunya adalah Liocheles australasiae atau dikenal juga dengan kalajengking kayu kerdil. 

Karakteristik Umum
Kalajengking ini termasuk spesies yang berukuran kecil karena  hanya memiliki panjang tubuh dewasa sekitar 2-3 cm. Tubuhnya relatif pipih dengan sengat bagian ekor cenderung kecil dan kurang berkembang. Di duga hal ini karena penyesuaian habitatnya dan kebiasaanya yang suka berada dicelah-celah sempit kayu dan batu. Warna tubuhnya cenderung coklat. 

Habitat
Meski tidak jarang ditemukan di permukaan tanah, celah-celah kayu atau batu di lantai hutan, arthropoda kecil ini sangat lihai memanjat dan sering di jumpai dicelah-celah antara pelepah pohon kelapa (Cocos nucifera) atau pohon Rumbia (Metroxylon sagu) karenanya ia diklasifikasikan sebagai hewan arboreal. 

Makanan
Mangsa Kalajengking Kayu Kerdil ini umumnya adalah laba-laba kecil, dan atau serangga kecil lainnya yang tidak terlalu gesit untuk ditangkap. Sepasang capit berfungsi untuk menangkap atau memegang mangsa yang berada dalam jangkauan. Cara makan kalajengking kayu kerdil tidak dengan mengunyah tetapi dengan menghisap cairan tubuh mangsanya. 

Pertahanan
Meskipun tidak berbahaya bagi manusia, pilihan bijak adalah dengan tidak mengganggunya. Liocheles australasiae umumnya lebih memilih lari jika terancam dan dalam keadaan benar-benar terdesak, terkadang ia akan menunjukan perilaku berpura-pura mati untuk mencegah predator memakannya. Tubuhnya yang relatif pipih dengan metasoma yang bisa dilipat kesamping adalah sebuah keuntungan baginya untuk mendiami celah-celah sempit sehingga terhindar dari predator sekaligus menjadi tempat yang tepat untuk berburu mangsa serangga kecil.

Liocheles australasiae (Kalajengking Kayu Kerdil) dapat di jumpai di India, Bangladesh, Kepulauan Yaeyama (Jepang), Cina, Korea, Thailand, Vietnam, Malaysia, Filipina, Kepulauan Mariana, Australia, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Kaledonia Baru, Fiji, Tonga, Samoa dan Polinesia Prancis. Di Indonesia hewan mungil ini juga tersebar luas termasuk di hutan-hutan Kalimantan dan tidak jarang juga ditemui di sekitar pemukiman penduduk.  

Share:

Facebook

Mengenai Saya

Foto saya
Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation) | NGO Bidang Pendidikan, Sosial dan Lingkungan | Desa Tumbang Baraoi, Petak Malai, Katingan Kalimantan Tengah- Indonesia 74459