Jumat, 02 Juli 2021

Jamur Makroskopis di Taman Suluh Pambelum Kalimantan Tengah

www.bambofoundation.org - Ragam jenis jamur cantik dan eksotis yang pernah dijumpai tumbuh di sekitar kawasan Taman Suluh Pambelum turut memperkuat alasan pentingnya keberadaan Taman Biodiversitas atau Taman Kehati ini. Belasan jenis jamur tersebut sudah berhasil didokumentasikan secara sederhana dalam bentuk foto. 
Jamur Mikroskopis Di Taman Suluh Pambelum

Organisme yang dikelompokan kedalam kingdom fungi ini tumbuh pada berbagai substrat seperti kayu lapuk, serasah, hingga kotoran hewan. Meski sebenarnya diyakini ada lebih banyak spesies namun, dokumentasi terbatas hanya pada jamur yang berukuran makro atau berukuran relatif besar dan dapat diamati secara visual tanpa alat bantu. 
Kumpulan Foto Jamur Makroskopis

Jamur memiliki cara yang unik dalam hal cara memperoleh makanannya. Jamur tidak menelan makanannya seperti hewan atau manusia, namun beberapa jenis jamur mengeluarkan sejenis zat yang membuat sisa makhluk hidup lain menjadi terurai. Zat hara dari sisa makhluk hidup inilah yang kemudian diserap dan sebagian lagi dilepaskan kembali ke lingkungan. 
Jamur yang bisa dimakan

Beberapa Jamur di Taman Suluh Pambelum diketahui bersifat edible atau dapat dimakan berdasarkan penuturan masyarakat setempat. Misalnya seperti Jamur Kuping (Auricularia auricula-judae) namun beberapa jenis lainnya juga diyakini mungkin beracun atau berbahaya.

Berikut beberapa contoh jenis jamur yang ada Taman Suluh Pambelum, Desa Tumbang Baraoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. 

Jenis jamur Makroskopis Borneo

Gambar jenis-jenis jamur makroskopis
Selain foto yang kami tampilkan di atas masih ada beberapa jenis jamur lainnya yang belum di tampilkan di sini ataupun belum sempat terdokumentasi. Bagi kawan-kawan yang ingin kolaborasi untuk melakukan penelitian tentang ragam jenis jamur yang ada di Taman Suluh Pambelum kami sangat welcome. 
Share:

Senin, 28 Juni 2021

Giant Pill Millipedes Serangga Bola Menggemaskan Di Taman Suluh Pambelum

www.bambofoundation.org - Taman Kehati atau Taman Biodiversitas  memiliki fungsi utama menjaga sumber daya alam hayati namun demikian sebagaimana seperti yang tertulis dalam hukum alam, sejatinya kehidupan makhluk hidup di dalam sebuah ekosistem tidak dapat terlepaskan antara satu komponen dengan komponen lainnya baik berupa hubungan faktor biotik dengan abiotik, maupun interaksi sesama biotiknya. 

Giant Pill Millipedes Borneo

Begitupula dengan yang terjadi di Taman Biodiversitas Suluh Pambelum, Petak Malai, Katingan, Kalimantan Tengah, walaupun tujuan utamanya adalah sebagai kawasan konservasi bagi tumbuhan buah lokal secara insitu maupun exsitu nyatanya areal ini juga menjadi rumah bagi beragam fauna eksotis yang akan sangat bergantung dan membutuhkan habitat yang aman dan terjaga.

Giant Pill Bug Borneo

Hewan-hewan unik dan eksotis yang kami maksud tidak hanya jenis satwa endemik dan dilindungi di Taman Suluh Pambelum, tetapi juga meliputi banyak jenis arthropoda yang belum diketahui dengan pasti baik dari segi keberagaman jenis maupun status kelangkaan dan endemisitasnya. 

"Giant Pill Millipedes" atau "Giant Pill Bug" adalah salah satu contohnya. Hewan tak bertulang belakang yang tergolong kedalam Ordo Sphaerotheriida ini layak menyandang gelar unik lantaran kebiasaan mempertahankan dirinya yang menyerupai Trenggiling (Manis javanica). Eksoskeleton yang kuat dan kemampuan menggulung adalah mekanisme pertahanan tangguh hewan ini terhadap beberapa jenis predator. Tidak hanya itu warnanya yang cenderung hitam atau gelap juga membantu "serangga" lucu ini berkamuflase diantara serasah dan rerumputan. 

Dibalik tingkahlakunya yang unik yakni menggulung ketika terancam bahaya, teman kecil kita ini adalah pahlawan bagi beragam jenis tumbuhan karena perannya sebagai detrivor. Seperti halnya rayap dan cacing tanah, mereka memakan bahan organik mati seperti daun dan kayu di lantai hutan kemudian memecah bahan organik yang membusuk dan melepaskan nutrisi yang terkunci kembali ke dalam tanah. Daur ulang seperti ini tidak hanya sangat penting untuk nutrisi tanaman tetapi juga untuk seluruh ekologi.

Giant Pill Millipedes masih menyimpan banyak misteri dan tanda tanya. Hingga tahun 2014 diperkirakan ordo ini memiliki sekitar 34 Genera (marga) dengan lebih dari 326 jenis dan baru sekitar 20 genera yang telah dideskripsikan. Di Kalimantan khususnya Kalimantan Tengah, data tentang jenis Giant Pill Bug yang ditemukan masih sangat minim. 

Berdasarkan data dari wikipedia, jenis-jenis yang mungkin terdapat di Indonesia khususnya Kalimantan termasuk di Taman Suluh Pambelum besar kemungkinan dari famili Zephroniidae yakni dari genus Bothrobelum, Zephronia, Sphaeropoeus, Castanotherium, Rajasphaera. Tentu saja untuk lebih pastinya perlu diadakan penelitian atau identifikasi lebih lanjut. Namun apapun, jenisnya hewan unik dan lucu ini harus terus kita jaga kelestariannya.

Ayo Patungan Klik Bantu kami membangun Taman Biodiversitas Taman Suluh Pambelum

Share:

Giat Rutin Pemeliharaan Plantation Area Taman Suluh Pambelum

www.bambofoundation.org- Dalam perencanaan tata kelola Taman Biodiversitas Suluh Pambelum wilayah taman dibagi menjadi beberapa areal, salah satunya Plantation Area atau areal penanaman. Areal ini terletak persis di pintu masuk sebelah timur atau tepat disisi Jalan Batu Tumbung. Plantation area ini terbagi dua, pertama berupa areal yang relatif lebih kecil dan merupakan lokasi penanaman pada tahun 2019 bertepatan kegiatan Kemah Bakti Literasi. Bersama peserta Kemah Bakti Literasi, panitia dan relawan menanam beragam jenis buah seperti, mangga, jeruk, kecapi, matoa, tenggareng, asam pangi, kweni, kapul, lengkeng, jambu biji, jambu bol, rambutan, dan durian. 

Taman Suluh Pambelum

Adapun lokasi kedua area penanaman hanya berjarak beberapa meter setelah daerah cekungan. Areal ini mulai ditanami sejak tahun 2020 hingga sekarang. Beberapa jenis bibit buah yang sudah ditanam antara lain Durian merah, Paken, Kapul, Tangkuhis, Tenggareng, Rambutan, Mangga, Buah Bahkau, Ramania, Kasturi, Asam Pangi, Langsat, Sirsak, cempedak dan lain-lain. 

Taman Biodiversitas Suluh pambelum

Sekitar 85 persen tanaman yang ditanam di kedua lokasi ini merupakan bibit dari hasil semai biji. Oleh karena itu proses perkembangannya relatif lambat terutama untuk satu atau dua tahun pertama. Kami berupaya memaksimalkan pertumbuhan bibit-bibit ini sedapat mungkin dengan segala keterbatasan yang ada. Selain dengan upaya pemberian pupuk,  giat rutin perawatan seperti penyiraman khususnya pada waktu dimana hari tanpa hujan berturut-turut membuat kondisi tanah mengalami kekeringan serta pembersihan atau penyiangan rumput yang dapat menjadi gulma bagi tanaman. 

1day1tree

Proses pemeliharaan berupa penyiangan gulma ini juga masih dilakukan dengan cara tradisional yakni menggunakan pisau atau parang. Keterlibatan relawan sangat membantu mempercepat dan meringankan proses ini. Sebagai perbandingan, jika dikerjakan sendiri aktivitas ini membutuhkan waktu beberapa hari, namun dengan gotong royong belasan relawan hanya memerlukan waktu beberapa jam saja.

Sebagaian besar relawan ini merupakan siswa-siswi SMA Negeri 1 Petak Malai, satu-satunya Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Kegiatan-kegiatan Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation) memang seringkali melibatkan para relawan yang masih duduk di bangku sekolah hingga yang sudah  berstatus mahasiswa perguruan tinggi, selain untuk menumbuhkan semangat kerelawanan adanya kegiatan ini juga bertujuan mengajak muda-mudi lebih peduli terhadap sesama dan terhadap lingkungan. 

Belasan muda-mudi ini bergabung dengan suka rela tanpa dibayar ataupun dipungut biaya. Bagi mereka ini adalah aktivitas yang positif dan juga menyenangkan karena selain berbakti untuk sesama serta lingkungan juga menjadi ajang hiburan atau refreshing dari rutinitas sehari-hari karena dapat berkumpul, bertemu dan bercengkrama dengan rekan-rekan lain. 


Share:

Berkenalan Dengan Satwa Endemik dan Dilindungi Di Taman Biodiversitas Suluh Pambelum

www.bambofoundation.org - Kawasan Taman Biodiversitas Suluh Pambelum yang didirikan Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation) di Desa Tumbang Baraoi Kecamatan Petak Malai Kabupaten katingan Provinsi Kalimantan Tengah ternyata menyimpan beragam fauna eksotis bahkan  bersifat endemik serta dilindungi

Kupu Trogon

Pendiri taman biodiversitas Muhammad Jumani mengatakan dari hasil pendataan sementara sedikitnya ada empat jenis fauna yang berhasil diidentifikasi berstatus dilindungi atau merupakan satwa endemik tercatat tinggal atau hidup disekitar area ini. 


Tupai Kerdil Kalimantan

"Ada empat jenis fauna yang menjadi perhatian kami. Dua diantaranya berstatus endemik dan dua lagi merupakan hewan yang dilindungi dan masuk dalam daftar appendix II", ujar Jumani.  

Lebih lanjut Founder Bambo Foundation ini menjelaskan empat fauna yang dimaksud yang pertama adalah dari kelompok mamalia yakni Tupai Kerdil Kalimantan (Exilisciurus exilis) yang juga dikenal dengan sebutan "Bornean Pygmi Squirrel" yakni sejenis tupai kecil yang panjang totalnya hanya sekitar 12,5 cm dengan berat kurang dari 20 gram. Selain berstatus endemik hewan mungil ini juga tercatat sebagai salah satu jenis tupai terkecil di dunia. 

Kadal pohon kalimantan

Hewan yang kedua merupakan jenis reptil bersisik yang dikenal dengan nama Kadal Pohon Kalimantan (Dasia vittata). Sesuai namanya hewan yang sebagian besar hidupnya dihabiskan dipepohonan mencari semut atau serangga kecil ini tercatat sebagai hewan endemik yang mana hanya terdapat di pulau Kalimantan.

Fauna eksotis berikutnya adalah jenis serangga dari bangsa Lepidoptera yang familiar dengan nama Kupu Trogon atau Kupu-kupu Rajah Brooke. Kupu-kupu dengan nama ilmiah Trogonoptera brookiana dapat dikenali dari sayapnya yang dominan hitam kombinasi hijau terang. Jenis ini merupakan hewan dilindungi yang terdaftar dalam Appendix II CITES. CITES adalah sebuah konvensi perdagangan internasional untuk spesies-spesies flora dan satwa  liar, sedangkan Appendix II adalah daftar spesies yang tidak terancam kepunahan, tapi mungkin terancam punah bila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan. 

Hewan yang ke empat adalah binatang yang sangat populer dalam dunia dongeng atau fabel yaitu Kancil atau Pelanduk (Tragulus kanchil). Spesies sebangsa rusa namun berukuran lebih kecil ini merupakan hewan penghuni hutan primer dan sekunder termasuk di Kalimantan. Kendati perburuan terhadap hewan ini cukup umum, seluruh genus pelanduk (Tragulus) merupakan satwa yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.

Lebih lanjut ia menceritakan, di areal kurang lebih 2500 m2 tersebut pada awalnya akan dibuat taman buah lokal, namun karena berbagai pertimbangan termasuk ditemukannya beberapa fauna eksotis endemik serta dilindungi tersebut akhirnya diputuskan untuk ditingkatkan menjadi taman biodiversitas. 

Taman biodiversitas sendiri pada dasarnya memiliki beberapa fungsi antara lain :

  1. Tempat pelestarian tumbuhan lokal khususnya yang memiliki tingkat ancaman tinggi terhadap kelestariannya
  2. Sebagai sarana rekreasi berbasis lingkungan
  3. Tempat edukasi bagi pelajar dan masyarakat umum
  4. Sumber genetik tumbuhan dan tanaman lokal
  5. Ruang terbuka hijau
  6. Tutupan vegetasi

Jumani berharap gagasan yang ia coba wujudkan bersama rekan-rekannya ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Hal ini ia sampaikan mengingat dana yang diperlukan untuk mengembangkan areal menjadi sebuah taman biodiversitas yang dapat memenuhi setidaknya enam fungsi dimaksud membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Selain mengandalkan swadaya dan kantong pribadi, sumber dana yang diharapkan hanyalah dari proposal dan donasi di situs penggalangan online kitabisa.com

"Salah satu tujuan utama didirikannya taman biodiversitas ini adalah untuk melestarikan buah lokal. Beragam jenis buah dan flora khas yang ada di sana tentu akan menjadi daya pikat sekaligus memberi daya dukung bagi kehidupan satwa liar yang ada disekitar kawasan yang saat ini bisa jadi semakin sulit untuk mendapatkan makanan karena dampak alih fungsi hutan dan lahan", pungkasnya. 

Sementara itu, Andhika Prasetya  selaku penanggungjawab pembangunan taman tetap optimis bisa menyelesaikan pengerjaan meski mengalami beberapa hambatan terutama  biaya pembebasan lahan “buy back land”. Dikatakan Andhika, saat ini kawasan taman baru memiliki 0,25 Ha padahal idealnya paling tidak sebuah taman biodiversitas memiliki luasan lahan 3 Ha. Karena konsepnya adalam taman maka selain berbagai jenis tumbuhan khas, di kawsan ini juga akan dibangun berapa sarana penunjang. untuk pengunjung dan wisatawan minat khusus.

"Saat ini penataan areal dan penanaman pohon buah terus dilakukan, kendati masih ada kendala kami tetap yakin bisa mewujudkannya dalam tiga tahun kedepan", ucapnya. 
Share:

Senin, 17 Mei 2021

Khasiat dan Kandungan Nutrisi Buah Botong

www.bambofoundation.org - Buah Botong atau Kundur atau Beligo adalah buah dari sejenis tanaman sayuran merambat atau menjalar di atas permukaan tanah. Buah ini memiliki dua variasi yang umum yakni yang berbentuk panjang bahkan hingga lebih dari satu meter dan yang berbentuk bulat mirip semangka. Meski secara fisik baik batang maupun buahnya relatif mirip dari segi bentuk dan ukuran (yang berbentuk bulat) namun buah Botong memiliki ciri khas yakni terdapat semacam "bulu" halus seperti beludru berwarna putih pada bagian kulit luarnya. Beludru ini akan berangsur-angsur hilang ketika buah matang namun tetap mempertahankan warnanya yakni hijau.

Sayur Botong

Buah atau sayur Botong merupakan tanaman asal Asia Tenggara namun kini sudah dibudidayakan di beberapa wilayah lain seperti Asia Timur dan Selatan. Buah yang dikenal dengan nama Winter Melon ini dikenal memiliki banyak khasiat terutama untuk kesehatan. 

Jenis sayuran yang diyakini dapat membantu program kehamilan ini memiliki daging buah berwarna putih dengan bagian tengah relatif berongga dan lebih lunak. Di dalam rongga inilah biji-biji buah botong yang sedikit lebih besar dari biji timun berada. Biji yang berwarna putih atau cenderung krem ini merupakan salah satu media perbanyakan yang lazim digunakan. 

Kandungan nutrisi dan manfaat kesehatan buah ini dilansir dari Healthline media antara lain dijelaskan bahwa buah dengan nama latin atau nama ilmiah Benincasa hispida mengandung sekitar 96 persen air. Selain  tinggi protein dan karbohidrat juga rendah kalori serta mengandung lemak baik. Nutrisi bermanfaat lainnya yang juga terkandung dalam buah ini adalah beberapa  jenis vitamin, seperti vitamin C, vitamin B1, vitamin B2, kalsium, dan zat besi. 

Serat dalam buah kundur/ botong juga terbilang cukup tinggi dan sangat baik guna melancarkan sistem pencernaan.Tidak hanya itu kandungan zat flavonoid dan karoten adalah dua jenis anti oksidan yang dipercaya dapat menjaga tubuh dari kerusakan sel, ganguan penyakit diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. 

Jenis buah yang bermanfaat untuk mendukung program kehamilan disematkan untuk botong kendati belum ada pengujian secara ilmiah mengingat manfaat kandungan asam folat sebagai salah satu gizi penting untuk meningkatkan kesuburan dan mencegah kecacatan janin juga terkandung di dalam buah botong.

Cara menanam buah botong sangat simpel, bahkan dalam beberapa kasus tumbuh dengan sendirinya dari biji yang kadang "dilemparkan" bersama kulit buah setelah di sayur. Tanaman botong tumbuh dengan baik pada kondisi tanah yang baik dengan kandungan unsur hara yang cukup. Tanaman dapat menghasilkan buah tanpa mengenal musim dan biasanya sudah panen setelah berumur sekitar 70 hari setelah di tanam. 

Bibit buah botong sebaiknya dipilih yang bernas sebelum ditanam yakni dengan cara merendamnya di air hangat selama kurang lebih 30 menit. Biji yang baik adalah yang tenggelam dan terlihat "gemuk" setelah perendaman sedangkan yang tipis dan biasanya mengapung adalah biji yang kurang baik dan harus di pisahkan.  

Sayur Botong adalah salah satu tanaman yang cukup familiar di kalangan masyarakat Dayak khususnya di Katingan, sebetulnya untuk hasil buah yang optimal diperlukan pengolahan tanah seperti pengolahan media tanah pada penanaman sayur labu, timun atau semangka, namun dalam kasus daerah ini umumnya botong di tanam pada lahan tanpa pengolahan secara khusus. Biasanya tanaman ini ditanam bersamaan dengan proses "manugal" atau menanam padi pada areal lahan yang telah ditebas-bakar beberapa minggu sebelumnya. 


Share:

Facebook

Mengenai Saya

Foto saya
Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation) | NGO Bidang Pendidikan, Sosial dan Lingkungan | Desa Tumbang Baraoi, Petak Malai, Katingan Kalimantan Tengah- Indonesia 74459