Minggu, 09 Mei 2021

Rambusa buah liar yang berkhasiat

www.bambofoundation.org - Anak-anak yang pernah tinggal di pedesaan khususnya di Kalimantan pasti sudah tidak asing dengan buah Rambusa (Passiflora foetida Linne). Tanaman unik ini dikenal dengan banyak nama lokal seperti cemot, bilaran, kalimutan dan permot. Walaupun pada masa kanak-kanak hanya tergoda dengan rasa buahnya yang manis sedikit asam dan terasa segar ketika sudah matang ternyata buah yang diduga dulunya berasal dari amerika latin ini memiliki cukup banyak khasiat kesehatan. 

Khasiat buah rambusa

Buah cemot atau rambusa umumnya tumbuh liar atau tidak ditanam secara sengaja. Tanaman tergolong herba ini tumbuh menjalar atau merambat di atas permukaan tanah atau "mengikatkan" diri pada tanaman-lain disekitarnya karena adanya semacam "tentakel" yang keluar didekat pangkal tangkai daun. Daunnya memiliki rambut-rambut halus sejenis trikoma sehingga terasa kasar saat dipegang. 

Bentuk buah bilaran

Secara fisik buah rambusa berwarna hijau saat muda dan berangsur berubah kuning hingga jingga ketika matang. Semakin ketingkat oranye ini, isi buah yang lebih tampak seperti markisa mini semakin terasa lebih manis dan sedikit rasa asam. Buah yang hanya seukuran kelereng ini sangat unik karena ditutupi oleh daun pembalut serupa benang yang teranyam sehingga terlihat seperti sebuah mutiara di dalam keranjang berbentuk bulat. 

Manfaat buah rambusa di pedesaan

Buah "cemot" mengandung mineral seperti potassium, kalsium, dan zat besi. Kandungan potassiumnya sangat berguna bagi tubuh diantaranya dapat menguatkan otot, mencegah stroke, mengontrol tekanan darah, menjaga sistem syaraf dan sebagainya.

Manfaat buah "cemot" atau rambusa  antara lain :

1. Menjaga Kesehatan Tulang

2. Mencegah Anemia

3. Mencegah  Kanker

4. Mengontrol Tekanan Darah

5. Menjaga Kesehatan Gusi dan Gigi

Terkadang pucuk atau "suluh" yakni ujung tanaman ini juga dapat manfaatkan untuk sayur. Namun perlu diingat, kendati buah yang sudah matang rasanya enak dan berkhasiat obat namun tidak dianjurkan memakan buah yang masih muda (berwarna hijau) karena diketahui beracun, namun jenis racun apa atau zat apa yang terkandung pada buah yang masih muda belum dijumpai sumber yang menyebutkannya. 

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Facebook

Mengenai Saya

Foto saya
Yayasan Baraoi Mutiara Borneo (Bambo Foundation) | NGO Bidang Pendidikan, Sosial dan Lingkungan | Desa Tumbang Baraoi, Petak Malai, Katingan Kalimantan Tengah- Indonesia 74459